Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Akidah (Bahasa Arab, transliterasi: al-’Aqiydah) dalam istilah Islam yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Pondasi akidah Islam didasarkan pada Hadits Jibril, yang memuat definisi Islam, rukun Islam, rukun Iman, ihsan, dan peristiwa hari akhir.
Dalam bahasa Arab akidah berasal dari kata al-’aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwa-wah yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Ibaratnya sebuah negara, maka akidah bagaikan “konstitusi” yang berisi prinsip dasar dalam ber-Islam. Syariah, akhlak atau yang lainnya merupakan penjabaran dari akidah.
Misalnya tentang shalat. Shalat merupakan akidah yang ada dalam rukun Islam yang tidak boleh ditinggalkan, tetapi pelaksanaannya menggunakan syariah dan dalam adab berpakaian ketika shalat menggunakan akhlak. Demikian juga dalam persoalan lain yang terkait dengan kehidupan manusia di dunia ini, prinsip pokoknya ada dalam akidah.
Prinsip pokok tentang kehidupan ini adalah Robbul’alamiin sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an surat al-Fatihah ayat 2. Kata Robbul’alamiin ini tak kurang disebut dalam al-Qur’an sebanyak 38 kali. Robbul’alamiin ini dalam terjemahan Depag (Kemenag) diterjemahkan sebagai Tuhan seluruh alam, namun Prof HAMKA menulis dalam tafsir al-Azhar sebagai Tuhan pemelihara semesta alam. Tetapi sebetulnya bisa juga diartikan sebagai Tuhan pencipta dan pemelihara semesta alam, sebagaimana QS. al-A’raf ayat 54:
7_54.png
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-A’raf [7]:54).
Allah menciptakan alam ini sekaligus memeliharanya. Allah menciptakan sesuatu secara sempurna lengkap dengan jalan keluarnya jika ada masalah. Seperti Allah menciptakan paru-paru yang sempurna lengkap dengan udara yang gratis. Karena Allah tahu persis jika kita harus membayarnya, kita tidak akan mampu. Demikian juga dengan air. Kebutuhan kita pada air sangat besar. Tubuh kita 70% adalah air. Kita bahkan jarang sekali memikirkan hal ini, namun Allah tetap mencukupi kebutuhan kita akan air.
Demikianlah, Allah menciptakan kita semua, juga seluruh isi dari alam raya ini secara sempurna, presisi, teratur secara akurat. Malam dan siang saling bertukar dengan sempurna. Darah di dalam tubuh kita bersirkulasi secara tepat dan teratur. Demikian juga dengan gerak pompa paru-paru dan jantung serta organ lainnya. Semua Allah atur dengan sangat tepat dan sempurna.
Tetapi keteraturan alam ini kadang dirusak oleh tangan manusia (QS. ar-Ruum : 41)
30_41.png
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. ar-Ruum [30]:41).

Kerusakan yang terjadi, semua untuk mengingatkan pada jalan Allah, pada akidah yang benar. Dalam mengingatkan ulah manusia ini, Allah sering mengutus Nabi dan Rasul. Sebagaimana Ibrahim mengingatkan Namrud, Musa mengingatkan Fir’aun. Dan untuk era yang jauh dari Nabi ini manusia dibebani mengingatkan sesama manusia yang lain dengan amar ma’ruf nahi munkar. Wallahu’alam bishawab. [islamaktual/sm/lutfieffendi]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top