Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Langkah Presiden Jokowi saat ini berlawanan dengan kebijakan Soekarno saat menjadi Presiden. Jokowi dilihat tengah memanfaatkan konflik dalam perundang-undangan migas untuk memenuhi keinginan kapitalisme global. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Dr. Ichsanuddin Noorsy dalam diskusi yang dibuka untuk umum bertema ‘Adakah Harapan di Tengah Oligarki Pengelolaan Migas’ di Cikini.
Ichsan mengkritik kebijakan pemerintah Jokowi dalam melakukan tata kelola energi. Menurutnya pada era 50-an, Soekarno berusaha melakukan nasionalisasi sejumlah perusahaan asing. Meski akhirnya berujung pada bagi hasil karena Amerika menolak nasionalisasi. Sedangkan di era Soeharto harga minyak di Indonesia berkali lipat naik terutama menjelang reformasi.
Ichsanuddin juga mengkritisi susunan Trisakti ala Jokowi yang sebenarnya lebih mengakomodir kepentingan Neo-liberal daripada Undang-Undang.
“Trisaktinya dia cuma nempel di bibir,” lanjut Ichsanuddin Jumat (8/5) lalu seperti dikutip islampos.com.

Seharusnya, menurut Ichsan, pemerintah Indonesia menggunakan dua harga pasar yakni, harga pasar dunia dan harga dalam negeri. Namun Ichsan melihat saat ini pemerintah hanya menggunakan harga internasional yang timpang dengan harga lokal. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top