Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sebuah gaya hidup yang dinisbahkan dengan 7 langkah, yang disarankan untuk melindungi terhadap penyakit jantung, juga dapat mengurangi risiko kanker. Demikian menurut peneltian baru yang diterbitkan online beberapa minggu lalu dalam jurnal Circulation American Heart Association (AHA).
Dalam pernyataan kepada pers, penulis Laura J. Rasmussen-Torvik, asisten profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, mengatakan, ia dan rekan-rekannya senang melihat hasil penelitian yang mengonfirmasi, bahwa 7 langkah AHA, yang dikenal sebagai 7 Simple Life, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan jantung, juga dikaitkan dengan kejadian penurunan kanker.
“Hal ini dapat membantu para profesional kesehatan memberikan pesan yang jelas, yang konsisten tentang hal-hal yang paling penting yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan mereka dan menurunkan risiko secara keseluruhan mereka untuk penyakit kronis,” tambahnya.
Ke-7 langkah tersebut antara lain beraktivitas secara fisik. Meningkatkan aktivitas fisik minimal 150 menit berlatih seminggu (misalnya setengah jam jalan cepat lima hari seminggu). Kemudian menjaga berat badan agar memiliki indeks massa tubuh (BMI) tidak lebih dari 25. Dilanjutkan diet sehat dengan makanan rendah lemak jenuh, tingkat kolesterol yang sehat, sodium dan gula yang ditambahkan, serta gandum yang tinggi, protein tanpa lemak, dan berbagai buah-buahan serta sayur-sayuran berwarna.
Sedangkan kontrol kolesterol bertujuan untuk memiliki tingkat kolesterol total di bawah 200 mg/dL (juga perlu memeriksa keseimbangan HDL atau kolesterol “baik” dan LDL atau kolesterol “jahat”. HDL misalnya terlalu sedikit, kurang dari 40 mg/dL untuk pria atau kurang 50 mg/dL untuk wanita, bisa berakibat buruk pada jantung).
Langkah ke-5 ialah mengelola tekanan darah. Tekanan darah normal 120 mm Hg sistolik dan 80 mm Hg diastolik. Pre-hipertensi adalah 120-139 sistolik dan 80-89 diastolik. Kemudian dilanjutkan dengan mengurangi gula darah. Tingkat gula darah di atas 100 bisa mengindikasikan diabetes atau pra-diabetes.
Langkah ke-7 adalah jangan merokok. Merokok, selain meningkatkan risiko kanker paru-paru, dengan sendirinya akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan juga merupakan faktor utama risiko stroke.
Ketika mencoret status merokok dari daftar, studi menunjukkan orang-orang yang melakukan lima atau enam dari gaya hidup sehat itu, risiko terserang kanker 25% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menjalankan satu pun dari gaya hidup sehat itu.
Studi menemukan orang-orang yang mengikuti 6 atau 7 gaya hidup sehat itu mengurangi risiko kanker hingga 51%, dibandingkan dengan mereka yang tidak patuh pada satu pun dari aturan itu. Mereka yang melakukan 4 gaya hidup mengurangi risiko kanker hingga 33% dan mereka yang patuh hanya pada 1 atau 2 aturan tersebut mengurangi risiko kanker 21%.
7 gaya hidup  sehat tersebut merupakan bagian dari kampanye My Life Check yang dianjurkan kepada warga Amerika, khususnya, untuk mematuhi 7 faktor menjaga jantung sehat.
“Kami sedang berusaha untuk membantu mempromosikan pesan kesehatan yang komprehensif,” kata Dr Rasmussen-Torvik. “Berhenti merokok sangat penting, tetapi ada faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan jika Anda ingin hidup sehat.”
Dr Rasmussen-Torvik menambahkan, kampanye ini memperkuat literatur kesehatan tubuh yang menunjukkan bahwa tidak pernah terlambat untuk mengubah diri. “Jika Anda membuat perubahan seperti berhenti merokok dan meningkatkan diet Anda, Anda dapat mengurangi risiko untuk kedua penyakit jantung dan kanker,” dia menegaskan.
Studi ini melibatkan 13.253 relawan kulit putih dan Afrika-Amerika dan perempuan yang terlibat dalam Atherosclerosis Risk in Communities Study yang sedang berlangsung. Studi yang diluncurkan pada 1987 ini melibatkan empat komunitas AS.

Para partisipan diwawancarai dan diperiksa pada awal penelitian untuk menentukan faktor-faktor kesehatan yang mereka lakukan atau jalani. Sekitar 20 tahun kemudian, para peneliti meninjau para pendaftar kanker dan catatan rumah sakit dan menetapkan bahwa 2.880 peserta berakhir dengan kanker, terutama prostat, paru-paru, usus besar atau rektum, dan payudara. Kanker kulit non-melanoma tidak diperhitungkan dan peneliti tidak melihat faktor resiko kanker yang berubah dari waktu ke waktu. [islamaktual/sm/ham]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top