Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Biksu Buddha Ashin Wirathu mendadak jadi sorotan dunia. Media barat tak kurang mulai dari Majalah Time, New York Times, hingga Washington Post melabelinya sebagai pembenci Muslim. Bahkan sebagian umat Muslim menyebut Ashin sebagai titisan Hitlerdi Asia Tenggara.
Ashin Wirathu disebut sebagai penggerak kaum Buddha di Myanmar untuk menyerang Muslim Rohingya. Ashin selalu dikaitkan dengan tragedi pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya. Wajahnya yang tenang, pakaiannya yang sederhana seperti biksu pada umumnya ternyata jauh bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya.
Majalah Time dalam sampul depannya bahkan memasang wajah Ashin dengan judul besarnya, ’The Face of Buddhist Terror’. Time bahkan dalam beritanya menyebut sosok Ashin Wirathu sebagai ‘Bin Ladin Bangsa Burma’.
“Sekarang bukan saatnya untuk diam,” kata Ashin dikutip hidayatullah.com, Rabu (20/5) lalu.
Apa yang disampaikan biksu berumur 46 tahun itu merujuk kepada kekerasan yang dilakukan pada Muslim Rohingya.
Sosok Ashin ini tak hanya menarik minat Time saja, The Washington Post juga menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin dalam pergerakan pembantaian Rohingya.
“Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan bisa tidur tenang di sebelah anjing gila,” tutur Ashin seperti mengutip Washington Post. Anjing gila yang dimaksud Ashin tak lain merujuk pada Muslim Rohingya.
Ashin pun dengan terang-terangan di depan ‘umatnya’nya dalam ceramah di sebuah kuil menyebut Muslim Rohingya sebagai musuh. New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin pada kaum Rohingya.

Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Ashin merasa bangga disebut sebagai umat Buddha garis keras seperti dikutip dari New York Times. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top