Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Dia salah seorang ilmuwan Muslim terkemuka dalam bidang fisika, matematika, mekanik dan astronomi. Berbagai karya dalam bidang tersebut telah lahir dari pemikiran dan tangannya.
Dalam bidang astronomi, ia mengarang sebuah buku berjudul Zij as-Safa’ih yang ia persembahkan untuk gurunya, Ibnu al-Amid. Hal terpenting yang dimuat dalam buku ini adalah hasil pemantauan al-Khazin terhadap posisi beberapa bintang pada tahun 509 H.
Terdapat beberapa aspek penting yang dikupas oleh al-Khazin dalam buku ini. Di antaranya berkaitan dengan penetapan titik derajat tengah atau cakrawala yang kemiringannya tidak diketahui sebelumnya. Dia juga mampu menghitung sudut matahari melalui penentuan garis bujur.
Sumbangsih lainnya menyangkut penentuan azimut atau ukuran sudut berkaitan penentuan arah kiblat dengan memakai peralatan tertentu. Dalam hal ini al-Khazin berhasil mengenalkan metode hitung segitiga sferis.
Buku Zij as-Safa’ih mendapat banyak pujian dari para ilmuwan. Mereka mengakui al-Khazin berhasil mengurai dan menjelaskan beragam mekanisme teknis instrumen astronomi. Abu al-Jud Muhammad al-Layth menyebutkan, al-Khazin berhasil membuat cara menghitung rumus chord dari sudut satu derajat dengan tepat. Hal itu dilakukan dengan cara membagi chord menjadi tiga sudut. Sementara itu, Abu Nash Mansur memberikan koreksi atas sejumlah kekurangan yang terdapat pada karya al-Khazin itu.
Persoalan astronomi ini sebenarnya sudah mengemuka sejak zaman Archimedes. Ilmuwan Muslim bernama al-Mahani (884 M), yang pertama mengangkat kembali tema ini. Oleh al-Khazin, hal ini kembali dipelajari dan dia berhasil menjabarkannya dengan baik. Menurut al-Khazin, pembagian bola dengan sebuah bidang datar dalam satu rasio ditentukan dengan menyelesaikan persamaan pangkat tiga.
Selain itu, penemuannya yang spektakuler dalam bidang astronomi adalah keberhasilannya membuat alat astronomi yang mampu mengukur ketebalan udara dan gas (sejenis aerometer). Alat ini langkah penting dalam mengukur suhu udara dan membuka jalan terciptanya termometer. Penemuan al-Khazin ini telah memberi jalan bagi ilmuwan Italia, Galileo Galilei (1564-1642 M) untuk menciptakan termometer.
Sedangkan kontribusi al-Khazin dalam bidang Matematika mencakup peragaan rumus untuk mengetahui permukaan segitiga sebagai fungsi sisi-sisinya. Dia mengambil metode penghitungan setiap sisi kerucut. Dengan itu, dia berhasil memecahkan bentuk persamaan x3 + 2ab = cx2.
Di ranah Matematika, persamaan itu sangat terkenal dan merupakan rumus luar biasa. Ini merupakan sebuah soal Matematika rumit yang diajukan oleh Archimedes dalam bukunya The Sphere and The Cylinder.
Al-Khazin juga menjelaskan, rumus Archimedes (Archimedes Principle) yang secara khusus berhubungan dengan benda-benda yang terdapat di dalam benda cair juga sesuai dengan benda-benda yang terdapat di dalam gas. Dia juga melakukan riset tentang kaidah buih, seberapa besar bagian-bagian dari benda-benda yang terdapat di dalam buih yang berada di permukaan benda cair.
Al-Khazin juga pernah memberikan komentar ilmiah terhadap buku Element yang ditulis ilmuwan Yunani, Euclides. Komentar tersebut disertai bukti-bukti yang diuraikannya menyangkut kekurangan serta kelemahan pemikiran Euclides.
Selain berkutat dengan berbagai teori, al-Khazin juga menguasai bidang mekanik dengan menciptakan berbagai alat. Di antaranya ia berhasil menciptakan timbangan khusus yang mempunyai lima anak timbangan, salah satunya bergerak di atas rol yang mempunyai beberapa tingkatan. Dengan timbangan tersebut, bisa dibedakan antara batu mulia asli dan palsu.
Yang tak kalah pentingnya dari karya al-Khazin adalah Mizan al-Hikmah dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Buku ini dianggap penting karena mencakup banyak riset baru dan pembahasannya banyak menguraikan hal-hal baru yang tidak dikenal dan diketahui sebelumnya.
ILMUWAN SEDERHANA
Prestasi dan karya al-Khazin sangat besar bagi dunia pengetahuan. Dia sebenarnya bisa menikmati hasil jerih payahnya itu. Tetapi semua itu tidak dia lakukan. Dia lebih memilih hidup sederhana, baik dalam makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
Dia sering menolak pemberian hadiah dari para penguasa dengan alasan tidak ingin hidup berlebihan. Baginya, tiga dinar sudah cukup untuk biaya hidup selama setahun.
Di rumahnya, dia tidak memiliki perabot yang berharga. Satu-satunya barang berharga yang dia miliki hanya seekor kucing.
Keberhasilan al-Khazin menjadi ilmuwan kenamaan karena usahanya yang keras untuk mencari ilmu, selain memang dia memiliki kecerdasan. Dia tidak segan-segan berguru kepada para ilmuwan besar pada zamannya. Di antaranya kepada Ibnu al-Amid, yang namanya sangat tersohor ketika itu. Dari sang guru inilah al-Khazin banyak mendapat ilmu yang tak ternilai.
Mengenai kapan kelahirannya tidak banyak yang mengetahuinya. Namun menurut pendapat mayoritas ahli sejarah, dia dilahirkan pada pertengahan pertama dari abad keenam Hijriyah, di kota Marwu di kawasan Khurasan, Persia.
catatan sejarah menyebut al-Khazin merupakan seorang ilmuwan yang telah lama dilupakan oleh kaum Muslimin. Hanya belakangan ini saja dia mulai mendapat perhatian. Ini dikarenakan namanya hampir sama dengan Ibnu Haitsam yang nama belakangnya juga al-Khazin. Dalam khasanah keilmuan Islam nama al-Khazin memang sering disebut dan dijadikan rujukan.

Tetapi al-Khazin yang ini, meninggal dunia antara 961 dan 971 Masehi, selain dikenal sebagai ahli Matematika, juga seorang fisikawan dan astronom yang disegani. [islamaktual/suarahidayatullah/bahrululum]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top