Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Perkataan Paus Fransiskus yang menggunakan kata “genosida” ketika menggambarkan pembunuhan warga Armenia saat kekuasaan Kerajaan Ottoman (Kesultanan Utsmaniyah) dikecam keras negara Turki. Kerajaan Ottoman berkuasa di wilayah Armenia pada saat Perang Dunia Pertama.
Akibat perkataan Paus pada saat misa di Roma tersebut, pihak Ankara segera memanggil utusan Vatikan untuk diminta klarifikasi.
“Sangat jauh dari kenyataan,” ujar Menteri Luar Negeri Turki Cavusoglu untuk menggambarkan perkataan Paus itu seperti dikutip hidayatullah.com.
Melalui akun twitter pribadinya, Cavusoglu juga menyatakan pernyataan Paus tersebut jauh dari sejarah dan kebenaran tidak bisa diterima. Ia juga menyatakan, “Posisi sebagai pemimpin agama tidak pada tempatnya untuk menebar kebencian”.
Pernyataan senada juga dikeluarkan oleh Volkan Bozkir, Menteri Turki untuk Urusan Uni Eropa. Ia mengatakan, “Pernyataan (genosida) ini sangat kontroversial dan tidak didasarkan pada dokumen sejarah mana pun. Turki tidak bisa menerima pernyataan itu dan menganggapnya tidak benar.”
Pihak Armenia menyatakan bahwa pada tahun 1915 ada sekitar 1,5 juta warga Armenia yang dibunuh oleh pasukan Kerajaan Ottoman. Akan tetapi, pernyataan Armenia ini selalu dibantah oleh Turki dengan selalu mempertanyakan jumlah korban yang tewas.
Seperti diketahui sebelumnya, Paus Fransiskus saat memimpin misa Armenia di di Basilika Santo Petrus, Ahad (12/4) lalu menyatakan pembunuhan massal terhadap orang-orang Armenia yang dilakukan oleh Kekaisaran Turki Usmaniyah satu abad lalu sebagai ‘genosida’. Dalam sebuah pidato menandai peringatan seratus tahun pembantaian massal bangsa Armenia yang dihadiri presiden Armenia dan para pemimpin gereja tersebut, Paus juga mendesak komunitas internasional mengakui peristiwa tersebut.

“Ini genosida pertama di abad 20,” kata Paus. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top