Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Intervensi asing terhadap pelaksanaan hukuman mati di Indonesia kembali muncul ke permukaan. Kali ini Perancis yang melakukan intervensi tersebut. Melalui Presiden Prancis Francois Hollande, Rabu (22/4), Perancis mendesak Indonesia untuk tidak mengeksekusi seorang warganya yang terancam segera dihukum mati karena penyalahgunaan narkotika.
Desakan Hollande ini bahkan diikuti dengan ‘ancaman’ bahwa jika Indonesia tetap melakukan eksekusi warganya itu maka langkah tersebut akan dianggap merusak hubungan kedua negara.
"Mengeksekusi Serge Atlaoui (51) akan merusak Indonesia, merusak hubungan yang ingin kita bina," kata Hollande dalam jumpa pers seperti dikutip republika.co.id.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius memanggil Duta Besar Indonesia di Paris untuk membahas eksekusi hukuman mati Serge Atlaoui setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung pada sidang Selasa (21/4) lalu.
Ayah empat anak itu dipenjara sejak 2005 dan selalu membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan ia memasang mesin industri dalam pabrik yang dia kira pabrik akrilik.
Keluarga Atlaoui dalam beberapa hari belakangan mengeluarkan seruan kepada Presiden Prancis serta Uni Eropa untuk menyelamatkan Atlaoui dari hukuman mati.
Untuk diketahui, Serge Areski Atlaoui ditangkap pada 11 November 2005. Dia terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu di Cikande, Tangerang. Dari pabrik itu petugas menyita 138,6 kilogram sabu-sabu, 290 kilogram ketamine dan 316 drum prekusor.
Pada 2006, Serga divonis seumur hidup oleh PN Tangerang. Pengadilan Tinggi Banten tak mengubah vonis Serge, saat ia mengajukan banding pada 2007. Di tahun yang sama Serge mengajukan kasasi. Tapi, Mahkamah Agung justru memvonis mati Serge. Presiden Joko Widodo juga menolak grasi Serge melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 35/G tahun 2014. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top