Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Awalnya, sekadar ikut-ikutan memeluk Islam,
Seiring berjalannya Waktu, Allah menancapkan keyakinanku
pada agama yang penuh rahmat ini

Aku dilahirkan dari keluarga berkeyakinan Katolik, Otomatis, akupun akrab dengan tradisi agama ini. Bisa dikatakan kehidupanku saat itu sangat relijius. Sejak kecil orangtua selalu mengarahkanku untuk memperkuat nilai-nilai agama. Tuntunan orangtua telah membentuk pribadiku menjadi penganut yang taat pada agama dengan aktif beribadah. Untuk sekolah pun, aku selalu dipilihkan sekolah yang sarat nuansa agama.
Tak mengherankan, ketika SMP aku pernah bercita-cita ingin menjadi biarawati. Dimataku, biarawati adalah sosok yang baik dan suka menolong. Mereka suka memberi kue-kue kepada para peserta sekolah Minggu. Saat itu, aku ingin sekali menjadi salah satu dari mereka.
Sejak dulu, tak pernah terpikir aku akan menjalin hubungan dengan seorang pria muslim. Dulu, aku hanya ingin berteman dengan pria sesama aktivis gereja. Tapi, Allah SWT yang mengatur semua, hingga aku pun mengenal seorang pria yang baik hati. Dia seorang muslim. Tentu ini sangat berlawanan dengan prinsipku semula.
Seiring berjalannya waktu, ternyata aku sangat nyaman berteman dengannya. Termasuk ketika aku mencoba mencari kebenaran dan belajar Islam, ia sangat membantuku mengenal Islam. Mempelajari Islam memang tidak bisa serta merta dapat kupahami. Kadang aku belajar sholat dari buku. Di toko tempat kerjaku, saat tidak ada pelanggan kumanfaatkan untuk belajar sambil jongkok.
Aku beruntung, mayoritas teman-teman kerjaku muslim. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi guruku untuk belajar sholat. Biasanya, saat sholat, aku berada di barisan paling belakang. Sehingga, aku bisa belajar dengan menirukan gerakan mereka. Selebihnya, untuk bacaan dan doa-doa aku belajar sendiri.
Hingga saat ini, terus terang yang bisa kunikmati adalah momen sholat Isya. Rasanya tenang sekali. Aku pun bisa berdoa dan curhat dengan nyaman kepada Allah SWT. Dalam doaku, aku selalu memohon, agar dimudahkan Allah dalam setiap langkahku menapaki ‘jalan baru’ ku ini.
Di mata orangtuaku, tentu aku dalam kondisi salah jalan. Sehingga, berbagai cara mereka lakukan untuk membuatku kembali ke keyakinan sebelumnya. Tapi, kusampaikan ke beliau berdua, tentang niatku untuk berikrar menjadi muallaf.
Terakhir ke gereja, aku merasa tidak tenang. Banyak yang kupikirkan, hingga untuk menyanyi pun aku tidak bisa lagi. Dalam hati, aku ingin menyampaikan kepada semua, kalau hati dan pikiranku sudah Islam. Aku ingat, sejak dulu aku terbiasa mengucapkan “Allah” sebagaimana para muslim melafadzkannya. Aku sendiri kerap tidak menyadarinya. Justru mama yang sering mengingatkan.
Kini, alhamdulillah orangtuaku sepertinya juga sudah menerima pilihanku. Mereka juga tidak keberatan bila aku menunaikan sholat terang-terangan. Mudah-mudahan Allah SWT juga memberikan hidayah-Nya kepada keluargaku. Amien.
Sejak awal, yang bersedia menerima keislamanku adalah pakdhe, yang tak lain adalah kakak kandung dari papa. Pakdhe sendiri sudah memeluk Islam sejak lama. Aku sering melihat kehidupan pakdhe sangat tenang dan selalu khusyuk ketika beribadah. Dan sepertinya juga tidak ada permasalahan yang besar. Kalau melihat, sepertinya hidup yang dijalani beliau begitu enak dan adem ayem, meskipun sederhana. Aku sangat ingin merasakannya.

Sementara itu, aku menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Sang Maha Penguasa tentang siapa yang kelak menjadi pendamping hidupku. Untuk saat ini, aku tetap berhubungan baik dengan pria yang telah membuatku mengenal Islam lebih dalam. Aku juga telah dikenalkan dengan keluarganya. Insya Allah ada jalan untuk kami mempunyai masa depan bersama. Namun, aku ikhlas seandainya mungkin kelak tidak berjodoh dengannya. Diambil positifnya saja, bahwa dialah yang telah mengenalkan Islam kepadaku. Aku yakin, Allah telah mengatur semua. Allah SWT sangat tahu apa saja yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. [islamaktual/alfalah/janeetamaria]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top