Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


‘Pengukuhan’ kembali Megawati Sukarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP mendapat tanggapan serius dari pengamat Politik. Menurut Siti Zuhro, Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sirkulasi kepemimpinan di PDIP menjadi 'mampet'. Hal ini berkaitan dengan terpilihnya kembali lagi Megawati menjadi ketua umum PDIP di Kongres Bali, Kamis (9/4) kemarin.
'Mampetnya' sirkulasi kepemimpinan ini dinyatakan Siti Zuhro sebagai akibat dari PDIP yang bersifat feodal. Sifat feodal PDIP terlihat dari lingkaran elite kekuasaan yang hanya dikuasai oleh segelintir orang, yakni trah Soekarno. Menurut Siti hal ini tidak sehat bagi partai sebesar PDIP.
"Ini sama saja partai mematikan potensi kader kadernya," katanya, Kamis (9/4) seperti dikutip republika.co.id.
PDIP tidak bisa mempertahankan gaya pengelolaan partai seperti sekarang dalam alam demokrasi menurut Siti. Karena hakikat dari demokrasi adalah memberi kesempatan semua orang untuk bersaing. Termasuk dalam konteksnya persaingan di internal partai.
"Soalnya Partai itu milik rakyat dan bukan milik segelintir orang. Jadi orang berhak bebas bersaing untuk menjadi pemimpin di tiap partai," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Kamis kemarin, Ketua Umum Terpilih PDIP Megawati Soekarnoputri membuka Kongres IV PDIP di Bali. Pada kesempatan itu, tampak hadir Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang selama ini diketahui tergabung dalam Koalisi Merah Putih yang ‘berseberangan’ dengan PDIP. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top