Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Isu pengosongan agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) kembali mencuat. Isu ini pun segera ditanggapi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Bidang Dakwah MUI Dr Cholil Nafis MA menyatakan bahwa sebaiknya bagi orang yang beragama tetap mencantumkan identitas keagamaannya dalam KTP.
"Sebaiknya kalau menurut saya tetap saja itu diisi, yang boleh tidak diisi itu kalau orang tidak beragama, kalau orang beragama ya harus diisi," ujar Nafis dikutip republika.co.id.
Tapi memang, ia menyatakan bahwa dalam Undang-Undang kependudukan dimungkinkan seseorang untuk mencantumkan identitas keagamaan dalam KTP.
Meski begitu, Nafis masih meragukan undang-undang kependudukan tersebut, pasalnya Indonesia adalah negara berazaskan Pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menurut Nafis warga negara yang beragama jika dalam KTP tidak dicantumkan agamanya maka di kemudian hari akan menimbulkan banyak mudharat.
"Ya, pastilah kalau ada orang meninggal lalu tidak diketahui apa agamanya mau dimakamkan seperti apa?" ujarnya.
Dijelaskan bahwa pada umumnya masyarakat di Indonesia saat melakukan upacara seperti pernikahan dan pemakaman selalu tidak lepas dari tuntunan agama. Agama selalu menyertai ritual-ritual penting dalam masyarakat.
"Bagaimana kita mau ngelamar tapi kita tidak tahu apa agamanya. Ketika orang mau mantuan (nikah) harus jelas agamanya." Papar Nafis.
Nafis juga menyatakan jika kolom agama dikosongkan maka akan membuat seseorang tidak bangga dengan agamanya. ''Meskipun agama bukan untuk bangga-banggaan,'' kata Nafis menambahkan. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top