Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ma'mun Murod Al-Barbasy, Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah memberi saran pada pemerintah tentang penanganan kelompok Islam garis keras yang ada di Indonesia. Menurutnya meski beraliran garis keras kelompok radikalis agama juga bagian dari warga negara Indonesia.
"Termasuk kelompok Islam garis keras, jangan kemudian dimusuhi. Sama-sama warga negara kok diposisikan face to face, berhadap-hadapan ini kan aneh," ujar Ma'mun dikutip republika.co.id, Rabu (15/4) kemarin.
Dalam menangani warga negara yang memiliki pemahaman keagamaan yang keras, menurut Ma’mun harus melibatkan semua unsur terkait, termasuk yang memiliki pemahaman radikal itu sendiri. Karena cara yang baik dalam menangkal pemahaman keagamaan yang keras seseorang, adalah menggunakan cara dialog.
Ma'mun juga menekankan pemerintah hendaknya jangan memusuhi warga negaranya sendiri. Dalam menangani pemahaman keagamaan garis keras cara pertama yang ditempuh adalah dengan dialog, kalau dengan dialog tidak bisa, baru mengabil langkan selanjutnya.
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) tersebut juga mengatakan pemerintah gagap dalam menangani terorisme. Hal tersebut karena menanggapi kasus pemblokiran beberapa situs media online Islam pekan lalu, dimana pemerintah tidak memiliki keriteria radikalisme tapi menuduh warga negaranya radikal.

"Bertindak kok tidak ada rambu-rambunya, kan aneh gitu loh, itu kan lucu," ungkap Ma'mun. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top