Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sabda Nabi, dua hal yang membahayakan manusia. Pertama kala sehat, kedua waktu senggang. Ketika sehat orang sering lupa, lalai dan kadang tidak bersyukur. Lalu, makan dan melakukan apa saja yang berlebihan sehingga jatuh sakit. Tatkala banyak waktu luang juga tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sebaliknya melakukan hal sia-sia dan merugikan diri sendiri.
Di ujung tahun dan memasuki awal tahun baru bulan Masehi, tidak sedikit orang di negeri ini melakukan hal-hal yang sebenarnya sia-sia. Boleh jadi meniru kebiasaan di berbagai penjuru dunia. Menyulut kembang api, mercon, dan segala kemeriahan yang berlebihan. Televisi, hotel, dan berbagai tempat lainnya secara khusus menyelenggarakan sambut tahun dengan segala hiburan yang serba meriah dan tampak jor-joran.
Semua orang larut dalam gempita tahun baru yang nyaris melampiaskan segala hasrat. Ketika hitung mundur sampai pada angka satu, semuanya meledak dan tumpah seakan kerasukan. Kegembiraan sesaat meluap dimana-mana hingga ke kampung-kampung. Anak-anak manusia yang katanya modern itu sering kehilangan kendali hingga menghabiskan waktu dari jam 00.00 sampai keesokan harinya. Tidak sedikit yang melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama demi melampiaskan sambut tahun baru. Kecelakaan lalu-lintas yang meregang nyawapun menjadi langganan.
Apa yang dipikirkan orang-orang yang mengaku berbudaya modern dan mendunia itu? Ya, budaya lahiriah, hanya mengumbar kegembiraan inderawi. Sadarkah mereka bahwa ketika tahun baru datang, sesungguhnya umur siapa pun menjadi berkurang. Tambah waktu artinya berkurang usia. Tambah waktu berarti tambah beban dan pertanggungjawaban hidup. Hidup yang selama ini dijalani digunakan untuk apa, bermanfaatkah atau banyak yang disia-siakan dan merugikan?
Siapapun layak untuk mengambil pelajaran dari perjalanan satu tahun yang lalu dan menjalani tahun berikutnya. Tak terasa waktu berlalu begitu saja. Hari, minggu, bulan, dan tahun silih berganti dengan mudah dan sering tanpa muhasabah. Apakah hidup selama ini lebih baik dan banyak bermakna atau tidak? Mana yang lebih banyak, hal-hal yang bermanfaatkah atau yang sia-sia dan mudlaratkah? Mau menjalani hidup seperti apakah?
Dalam firman-Nya, Allah bersumpah dengan waktu, sebagaimana terkandung dalam surat Wal Ashri yang artinya: Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran. (QS. Wal Ashr:1-3). Betapa berharga waktu itu, hingga Allah Yang Maha Kuasa bersumpah atasnya. Maka, betapa dungu manakala manusia menyia-nyiakan waktu dan tidak mengisinya dengan iman dan amal shalih.
Nabi mengingatkan melalui sabdanya. Ingatlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain: hidup sebelum datang mati, sehat sebelum sakit, waktu senggang sebelum sibuk, saat muda sebelum tua, dan ketika kaya sebelum jatuh miskin. Artinya segala kesempatan yang baik digunakan untuk hal-hal baik, sehingga sepanjang hayat itu penuh makna, guna dan maslahat. Bukan sebaliknya, hidup hanya dipakai untuk glamor kemeriahan, bermegah-megahan, bersenang-senang dan kesia-siaan.

Maka lepaslah berlalunya waktu dan songsonglah tahun baru sebagai jalan ibadah dan segala kebajikan yang membawa pada keselamatan di dunia dan akhirat. Hidup sungguh terlalu pendek manakala hanya dipakai lahwawa la’ib, senda gurau dan bermain-main. Usia sungguh terlalu sayang untuk disia-siakan. Hitunglah, berapa waktu tersisa untuk beramal kebajikan dan hidup penuh makna sebelum ajal tiba? [islamaktual/sm/a.nuha]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top