Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Prof Dr Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengatakan, pemerintah harus mengendalikan mekanisme pasar dengan memperkuat pengawasan dalam perekonomian dan mengurangi keterlibatan pihak asing atau swasta. Hal itu diungkapkan Din dalam konferensi pers bertemakan “Jihad Konstitusi Luruskan Kiblat Bangsa”, di Jakarta, Rabu (15/4) lalu.
“Jika ini (dominasi keterlibatan asing) dibiarkan maka bangsa kita berada pada keterjajahan baru,” katanya dikutip hidayatullah.com.
Menurutnya, saat ini, sebagian besar kepemilikan penanaman modal dikuasai oleh asing atau swasta dibandingkan peran negara. Hal itu terutama pada sektor kebutuhan masyarakat, salah satunya ketenagalistrikan, kata Din.
“Ketenagalistrikan yang masuk dalam hal hubungan hajat hidup orang banyak yang seharusnya dikuasai oleh negara tetapi kemudian terbuka bagi pihak swasta, termasuk asing. Maka ini menunjukkan liberalisme,” ujarnya.
Liberalisasi ekonomi hanya membawa kerugian bagi rakyat Indonesia dan jatuhnya atau runtuhnya kedaulatan negara atas ekonomi. Hal ini hanya akan membawa keuntungan bagi pihak-pihak tertentu ujar Din.
Sementara itu, Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jumadis Abda mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan keterlibatan negara yang kurang terhadap penanaman modal industri ketenagalistrikan bisa menyebabkan harga dipengaruhi pasar.
“Peran PLN sebagai perusahaan milik negara hanya sebesar 35 persen, sedangkan 65 persen dikendalikan oleh pihak swasta,” ungkapnya.
Penguasaan ketenagalistrikan ke pihak swasta tentu akan memunculkan berlaku mekanisme pasar pada penggunaan listrik. Hal itu akan menyebabkan harga listrik yang fluktuatif dan mahal dan itu yang perlu dikhawatirkan.

Untuk itu, pemerintah harus dapat meningkatkan peran dan menekan ketergantungan pada pihak swasta sehingga mekanisme pasar dapat dikendalikan oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top