Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Waktu itu jelang Perang Tabuk. Musim di jazirah Arab kebetulan panas sekali. Sementara, buah-buahan sedang siap dipanen. Penduduk tentu lebih nyaman tinggal di rumah dan tidak pergi ke luar. Ketika Rasulullah memaklumatkan pergi berjihad ke Tabuk, sebagian kaum Muslimin menunjukkan gelagat enggan menunaikan jihad itu. Padahal, sebelumnya mereka berikrar untuk menunaikan apapun yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.
Dengan peristiwa itu, maka Allah SwT menurunkan ayat ke-41, surat at-Taubah sebagai teguran terhadap mereka yang tidak mau berjihad itu. Ayat itu berbunyi, yang artinya: “Berangkatlah, baik dalam keadaan ringan ataupun berat. Dan berjihadlah dengan harta kamu dan diri kamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS. at-Taubah [9]:41).
Menurut sebagian riwayat, diantara kaum Muslimin yang merasa berat pergi ke medan juang Tabuk itu terdapat orang-orang tua dan sakit. Maka, dengan ayat al-Qur’an, surat at-Taubah ayat 41 itu, Allah memberikan pilihan, bahwa jika tidak mampu dengan fisik, maka berjihadlah dengan harta. Hal itu jauh lebih baik. Jika tidak memiliki apapun, dengan hati dan doa. Sikap yang ditegur Allah itu ialah keengganan menjalankan jihad di jalan-Nya. Yang sebenarnya banyak pilihan manakala berniat, jika benar-benar tidak mampu secara fisik. Tidak sedikit orang banyak alasan untuk tidak menunaikan jihad di jalan Allah.
Kini, dalam kehidupan umat Islam dimana pun, jihad dalam makna berjuang di jalan Allah terbuka banyak cara. Jihad dengan pikiran, waktu, harta, ilmu, kekuasaan, dan apapun yang dimiliki. Bagi sebagian yang berada dalam kancah pergolakan mempertahankan diri dari serangan luar, seperti bangsa Palestina yang di agresi Israel dan lain-lain, tentu berlaku jihad dengan fisik, selain dengan yang lainnya sebagaimana diperintahkan Allah dan Rasulullah.
Apapun bentuk jihad itu, pertama harus diniati dengan ikhlas untuk meraih ridla Allah. Dalam hal ini, menurut Tarjih Muhammadiyah, jihad ialah jalan yang mengantarkan kepada keridlaan Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya dan melaksanakan ketetapan-Nya. Niat ikhlas menjadi patokan utama dalam berjihad. Karena kalau niatnya karena kepentingan duniawi, maka sebatas kepentingan itulah yang akan didapat.
Jihad dalam arti berjuang di jalan Allah, apa pun wujudnya haruslah bersungguh-sungguh. Sebagaimana salah satu makna jihad, yakni “badl al-juhdi” atau mengerahkan segala kemampuan. Bagi siapapun yang berjuang di jalan Allah dengan sepenuh kesungguhan, maka Allah akan membukakan banyak jalan. Sebagaimana firman-Nya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Ankabut [29]:69).
Dalam berjuang di medan dakwah melalui gerakan Islam, sungguh betapa banyak jalan untuk berjihad meraih ridla Allah. Apapun wujudnya melalui tenaga, pikiran, ilmu, pengalaman, harta, kedudukan. Dan apapun yang dimiliki harus diniati dengan ikhlas dan ditunaikan dengan kesungguhan. Kesungguhan itu tidak harus dimaknai habis-habisan. Sehingga diri dan keluarga tidak terurus, tetapi ada optimalisasi dalam berkiprah mengemban misi dakwah di jalan organisasi. masing-masing memiliki ukuran, tetapi harus diniati dan dilaksanakan dengan sepenuh hati serta frekuensi yang maksimal sehingga tercapai tujuan.

Karenanya, dalam beraktivitas di organisasi dakwah janganlah merasa berat dan seadanya. Karena kiprah tersebut sejatinya berjihad di jalan Allah yang tentu akan bermuara pada raihan pahala, ridla, dan karunia Allah yang ujungnya menempati surga jannatun na’im. Disabdakan Nabi, bahwa “Sesungguhnya, di dalam surga itu ada seratus derajat yang disediakan oleh Allah SwT untuk para pejuang di jalan Allah. Jarak antara satu derajat dengan lainnya adalah seperti jarak antara langit dan bumi”. Lalu, kenapa masih berat berjuang? [islamaktual/sm/a.nuha]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top