Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sangat lemah dan pemerataan pembangunan di Indonesia juga masih timpang. Pendapat ini dilontarkan Prof Dr Komaruddin Hidayat Guru Besar UIN Jakarta saat mengisi acara Pelatihan School for Nation Leader (SNL) yang bertemakan “Pemimpin Muda dengan Jati Diri Ke-Indonesiaan”, Kamis (16/04) di Kawasan Wisata Djampang, Bogor.
“Pemerintah seharusnya berinisiatif untuk membangun model pembangunan kota seperti Singapura, yang sebaiknya dimulai dari pembangunan kota-kota di daerah. Janganlah pembangunan itu difokuskan di pusat saja, daerah harus dibangun,” ujar Komaruddin dalam sesi materi “Genealogi Lahirnya Indonesia” di depan peserta Sekolah Kepemimpinan Bangsa.
“Pola pembangunan kota-kota seperti itulah yang dilakukan oleh Tiongkok, mereka melakukan pembangunan ala model-grouping. Kemudian mereka berhasil membangun infrastruktur kota-kota propinsinya di daerah, “ ujarnya dikutip hidayatullah.com.
Dalam acara yang diselenggarakan 14 – 20 April 2015 itu, Komaruddin Hidayat mengkritisi peran pemerintah yang dinilai masih lemah, sehingga peran organisasi masyarakat sipil di Indonesia menjadi penting.
“Rakyat Indonesia juga seharusnya jangan menyerahkan nasib pada pemerintah, sudah tahu pemerintahnya sibuk dengan dirinya sendiri. Kalau sudah tahu pemerintahan lemah masa rakyat tetap bergantung pada pemerintah,” lanjutnya.
Komarudin menilai, jika tidak ada organisasi masyarakat sipil seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah, negara tidak akan sanggup mengurus pendidikan sendirian. Tangan pemerintah dinilai tidak sanggup menyentuh semua permasalahan rakyat Indonesia tegas Komaruddin Hidayat.
Terkait dengan kondisi politik terkini, Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa Presiden harus membuktikan janjinya dan jangan sampai kedaulatan presiden tersandera oleh kepentingan koalisi.
“Satu hal yang paling mendesak saat ini adalah partai politik harus disehatkan, karena jalannya demokrasi berada di tangan partai”.
“Presiden Jokowi pelan-pelan harus membuktikan kemampuan dirinya, masa konsolidasi harus dibuktikan dengan program-program yang terukur dan riil. Jangan sampai presiden tersandera oleh kepentingan koalisinya”.
Komaruddin Hidayat juga mengingatkan bahwa Presiden harus bersikap tegas untuk menyikapi kondisi politik, karena kesabaran rakyat ada batasnya. JIka tidak ada perubahan yang signifikan pada kehidupan masyarakat, Komarudin menyatakan tidak tahu bagaimana kondisi politik Indonesia ke depan.
Menurut Komaruddin, rakyat Indonesia akan menjadikan tolok ukur kesediaan serta harga pangan murah, pendidikan, kesehatan serta lapangan kerja sebagai keberhasilan pemerintah. Sedangkan pemikiran mengenai ideologi Komarudin menilai itu sama sekali tidak dipikirkan oleh rakyat.

“Jangan-jangan sekarang kita hanya berhasil memilih “presiden”, tetapi gagal dalam memilih pemimpin”, pungkasnya di hadapan perwakilan aktivis dari 40 kampus seluruh Indonesia ini.. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top