Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pondok pesantren (ponpes) diharapkan untuk berupaya membekali para santrinya dengan ilmu bisnis sektor riil serta keuangan syariah. Hal ini sebagai salah satu bentuk kontribusi ponpes dan santri dalam eknomi syariah.
KH Nahduddin Abbad menyatakan, ketika ponpes diajak mencari jalan searah dengan sektor keuangan syariah, hal ini menurutnya bukan suatu halangan bagi ponpes, akan tetapi menjadi sebuah tantangan bersama.
Pimpinan Ponpes Buntet Cirebon ini juga menyatakan bahwa ponpes seharusnya melihat ini sebagai sebuah peluang serta harus memberikan respon terbuka yang menghubungkan kedua pihak, pondok pesantren dengan keuangan syariah.
'Pesantren sadar ada hal-hal yang tidak diketahui soal ekonomi. Maka ponpes butuh bantuan mereka yang tahu mengenai hal-hal yang tidak diketahui ponpes, termasuk ekonomi. Sebab ekonomi adalah separuh kehidupan,'' ungkap Kiai Nahduddin dalam Bincang Nasional Pemberdayaan Pesantren di Kompleks Bank Indonesia, Senin (30/3) lalu seperti dikutip republika.co.id.
Sementara itu Pimpinan Ponpes Al Khairaat Palu Sulawesi Tengah, KH Ali Al-Jufrie mengatakan, Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairaat Palu Sulawesi Tengah KH Ali Aljufrie mengatakan, selain menggunakan kurikulum dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pesantren juga boleh menambahkan kurikulum muatan lokal.
Di Ponpes Al Khairaat sendiri, disana ditambahkan materi wirausaha pertanian dan peternakan. Hebatnya lagi, para santri ikut dilibatkan di dalamnya.
Tapi diakui oleh KH Ali Al-Jufrie, masih banyak orangtua santri yang menginginkan anak-anak mereka untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketimbang menjadi seorang wirausahawan. Selain itu kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu mengembangkan jiwa kewirausahaan dinilai masih kurang.
Kiai Ali berharap perhatian ke ponpes di wilayah Timur bisa ditingkatkan dan jaringan usaha bisa menampung santri serta tidak ada pembedaan lulusan pesantren dengan lulusan pendidikan umum.
Pada kesempatan ini, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo turut mengungkapkan, untuk membuat Sumber Daya Islami yang lebih siap masuk industri keuangan syariah, butuh pendidikan formal yang menyediakan pendidikan ekonomi Islam.

Dengan begitu, akan lebih banyak SDI yang siap masuk industri. Ponpes juga bisa menyiapkan santinya untuk belajar ekonomi syariah. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

2 comments:

  1. Artikel yang bagus. Terima kasih atas info yang diberikan. Mudah dipahami dengan pemilihan kata yang ringan.
    Saya memiliki link yang mungkin berguna untuk menambah referensi tentang ekonomi bisnis.
    Silahkan dikunjungi. http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/ekbis

    ReplyDelete
  2. Saya tertarik dengan tulisan anda. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di sini

    ReplyDelete

Visit Us


Top