Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Secara sederhana, Tjokroaminoto mendefinisikan sosialisme sebagai suatu cara pandang hidup yang memikul tanggung jawab atas perbuatan kita bersama.  Ia mendefinisikan bahwa sosialisme mengutamakan cara pandang pertemanan atau persahabatan sebagai unsur pengikat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam pandangan Tjokroaminoto, pengertian sosialisme sangatlah luas. “Sosialisme bukan hanya bicara tentang urusan hak milik atas alat-alat produksi (property right), melainkan juga mengandung azas-azas falsafah atau agama. Sosialisme yang wajib dituntut oleh umat Islam adalah sosialisme yang berdasarkan azas-azas Islam.”
Tjokroaminoto menuliskan, “Kalau kita menyebutkan sosialisme itu satu peraturan tentang urusan harta benda, (economisch stelsel), maka tidaklah kita maksudkan, bahwa sosialisme itu tidak juga mempelajari ajaran-ajaran agama dan falsafah (wijsgeering).  Sosialisme yang kita tuju bermaksud mencari keselamatan dunia dan keselamatan akherat.”
Pandangan Tjokroaminoto tersebut merupakan kritik terhadap pandangan sosialisme Barat. Ia mengemukakan bahwa secara perlahan-lahan pergerakan para sosialis di Barat mengarah pada sosialisme kebendaan (stoffelijke dingen/materialism).
Paham sosialisme ini memandang kebutuhan akan materi sebagai kebutuhan sejati yang dimiliki setiap manusia.
Tjokroaminoto mengkritik keras sosialisme Karl Marx. Menurutnya, pandangan materialisme historis Marx secara terang-terangan menyangkal adanya Tuhan.  Ia menulis dalam bukunya, “Kita harus khawatir kepada bahaya materialisme, yaitu nafsu yang menghendaki kemajuan kasar, kemajuan kebendaan semata-mata”.
Menurut Nurcholish Madjid dalam buku Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, ideologi ini menganut filsafat hidup dan pandangan dunia (kosmologi) yang mengingkari adanya alam non-materi.  Hal ini tentunya bertentangan dengan falsafah pemikiran Tjokroaminoto yang menganut kepercayaan kepada Tuhan.
Dalam Memoria Indonesia Bergerak disebutkan, Tjokroaminoto berpandangan bahwa cita-cita sosialisme telah hidup dalam Islam sejak zaman Nabi Muhammad.  Dengan kata lain, sosialisme telah lama dibicarakan sebelum wacana tersebut berkembang di Barat.
Menurutnya, sosialisme yang sejati adalah sosialisme ala Nabi Muhammad SAW. Sosialisme inilah yang lebih baik dari pada sosialisme Marxis yang materialistis dan ingkar Tuhan.
Tjokroaminoto menguraikan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW, Islam tidak pernah melakukan perjuangan kelas dan tidak menggerakkan orang untuk merebut kekuasaan. Yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, ialah memajukan masyarakatnya.
Ia bergaul dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan kepandaian, derajat, ataupun kekayaannya. Yang pertama kali Nabi Muhammad lakukan ialah memperbaiki dan mempertinggi akhlak dan budi pekerti setiap orang. [islamaktual/rol]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top