Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Gerakan mengkampanyekan penerapan syariat Islam khususnya berkaitan dengan permasalahan perempuan dikumandangkan oleh Gerakan Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir juga mengajak media massa untuk mengkampanyekan hal tersebut.
''Selama ini telah terbentuk mitos-mitos di media massa liberal tentang perempuan dan syariat serta telah menyudutkan Islam,'' kata Direktur Divisi Muslimah Pusat Hizbut Tahrir, Dr. Nazreen Nawaz, seperti dikutip republika.co.id Jumat (17/4) kemarin.
Nazreen Nawaz mengatakan dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi serangan sporadis dari para politisi sekuler, feminis, dan berbagai media liberal atas hukum-hukum sosial Islam seperti mengenai busana perempuan, poligami, hukum waris, pemisahan gender serta hak dan kewajiban pernikahan dalam Islam.
Menurutnya, opini buruk yang tersebar di berbagai media massa sekuler mengenai hal-hal tersebut telah mendiskreditkan syariat Islam sehingga muncul tanggapan-tanggapan miring di masyarakat yang menyatakan bahwa Islam merendahkan dan menindas perempuan.
"Semua ini telah menciptakan banyak ketakutan terhadap Islam, seperti apa status perempuan di bawah kekuasaan Islam di masa mendatang,'' ujar Nazreen. Dan yang memprihatinkan lagi ketakutan tersebut bahkan dialami oleh kaum Muslimin sendiri.
Dia mengatakan media massa, terutama di negeri-negeri Muslim, harus membongkar kebohongan-kebohongan yang telah disuarakan media massa sekuler dan liberal tentang hukum-hukum Islam.
Sementara itu,  Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Iffah Ainur Rochmah menyatakan bahwa penerapan syariat Islam akan menyelamatkan seluruh kaum perempuan dari kemiskinan, kekerasan, dan eksploitasi ekonomi.
''Perempuan di dunia kini menghadapi persoalan yang kompleks dan memilukan akibat sistem kapitalisme yang berdampak pada kemiskinan global dan eksploitasi terhadap perempuan untuk menghasilkan pendapatan negara,'' ujar Iffah.
Ekonomi kapitalisme menurutnya hanya menyebabkan jumlah kaum miskin di dunia semakin bertambah, hal itu karena kekayaan hanya berada di tangan segelintir orang saja.
Akhirnya, dengan alasan meningkatkan pendapatan negara dan menyejahterakan masyarakat, kaum perempuan dieksploitasi secara fisik walaupun harus mengorbankan kehormatan dan mengabaikan peran utamanya untuk mengasuh dan mendidik generasi.
Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi permasalahan perempuan di dunia saat ini yakni kemiskinan, kekerasan, serta tidak terjaminnya hak politik perempuan.
Iffah menjelaskan bahwa Islam merupakan jalan keluar bagi permasalahan perempuan karena mengintegrasikan sistem politik, ekonomi, pendidikan, hukum, dan sosial.

''Bukti bahwa Islam dapat menyelamatkan kaum perempuan sekaligus generasi manusia hanya dapat dilihat jika Islam diterapkan secara sempurna dan lengkap,'' pungkas Iffah. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top