Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Tentu kita masih ingat dengan Graha Tahfidz Daarul Qur’an yang hancur karena terkena bombardir pesawat zionis Israel saat terjadi perang di Gaza beberapa waktu yang lalu. Relawan Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran (Daqu) di Gaza, Abdillah Onim menyatakan bahwa apa yang menimpa Graha Tahfidz Daqu sungguh sangat menyakitkan.
''Saya pribadi marah dan sakit hati melihat tempat anak-anak Gaza menghafal Alquran dibombardir dan hancur dihantam roket Isarel saat agresi Juli lalu,'' tulis Onim dalam surat seperti dikutip republika.co.id.
Diungkapkan Onim bahwa pembangunan awal Graha Tahfidz Daqu membutuhkan waktu selama hampir satu tahun. Di saat akhir pembangunan, pendaftaran mulai dibuka bagi anak-anak Gaza yang ingin menjadi hafidz Qur’an.
Baru 10 hari anak-anak Gaza tersebut belajar di Graha Tahfidz Daqu, tiba-tiba perang berkecamuk. Zionis Israel meluncurkan ratusan roket yang salah satunya menghancurkan tempat hafalan Qur’an ini tulis Onim.
Padahala, lanjut Onim, di atas Graha Tahfidz Daqu terdapat bendera Indonesia dengan ukuran yang sangat besar. Dalam Graha Daqu itu terdapat Alqur’an, rak serta lemari Alqur’an.
''Dalam hati saya, ya Allah, dasar watak Yahudi. Nabi terdahulu saja tak luput dari makar jahat dan rencana pembunuhan apalagi hanya bendera Indonesia,'' tulis Onim.
Onim dalam tulisannya menceritakan awal waktu pembangunan Graha Daqu Gaza, kondisi Gaza benar-benar krisis. Pintu Rafah tertutup, terowongan sudah dihancurkan, material langka kalau pun ada harganya sangat mahal.
''Pembangunan awal menghabiskan dana hampir Rp 5 Miliar. Bayangkan, waktu itu harga semen 1.500 Sheqel sampai 2.000 Sheqel bahkan lebih yang jika dirupiahkan senilai Rp 7.000.000 hingga Rp 8.000.000, mencarinya pun sulit bangat. Laa hawla wala quwwata illa billah,'' lanjut Onim.
Meski demikian Onim tetap yakin dan optimistis, selama memiliki niat yang bersih, semata-mata karena Allah SWT, bisa jadi pembangunan Graha Daqu Gaza sulit untuk ukuran mansuia, tapi tidak untuk Allah SWT. ''Itu keyakinan yang saya miliki,'' pungkas Onim. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top