Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Menangani permasalahan kemiskinan masyarakat Indonesia harusnya berpegang pada falsafah Al-Ma’un. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid  PP Muhammadiyah, Dr Syamsul Anwar, MA dalam acara International Conference on Islamic Economics dan Financial Inclusion (ICIEFI) 2015 yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Falsafah Al-Ma’un adalah falsafah yang telah telah diterapkan oleh Muhammadiyah selama ini.
Menurut Syamsul Anwar, dalam falsafah Al-Ma’un tersebut seseorang itu tidak bisa dikatakan menjadi orang baik atau shalih sendiri jika dia tidak bisa menshalihkan orang lain. “Dalam falsafah Al-Ma’un itu kita diajarkan untuk bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Tidak hanya menjadi baik untuk diri sendiri,” ujarnya seperti dikutip republika.co.id.
Menurutnya, butuh kerjasama dari semua elemen masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Jadi tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh individu maupun satu kelompok saja. “Pengentasan kemiskinan itu tidak akan berhasil jika hanya dilakukan seorang diri tanpa adanya kerjasama dari orang, kelompok, atau organisasi lain," lanjutnya.
Karena itulah, kata dia, memang pengentasan kemiskinan bangsa Indonesia membutuhkan kerjasama dari semua pihak.
Masyhudi Muqorobin, Ketua Panitia ICIEFI 2015 yang juga Ketua International Program of Islamic Economics and Finance UMY mengatakan, ICIEFI digelar sebagai upaya untuk peningkatan pemahaman masyarakat terkait prinsip ekonomi syariah.
ICIEFI 2015 merupakan bentuk kerjasama UMY bersama dengan  Institut Pengurusan dan Penyelidikan Fatwa se-Indonesia (INFAD), Universitas Sains Malaysia (USIM) dan International Institute of Islamic Thought (IIIT) USA. Acara ini digelar Kamis hingga Jum’at (23-24/4).
"Masyarakat  Indonesia perlu mengembangkan pemikiran tentang hukum Islam, salah satunya mengenai ekonomi Islam dan perbankan syariah. Selain pemahaman dan pengertian, hal ini dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk dapat mengakses permasalahan-permasalahan keuangan dan  pemberdayaan ekonomi, “ terang Masyhudi.

Selain membahas mengenai pengembangan pemikiran tentang hukum Islam dan ekonomi perbankan syariah kegiatan ini diharapkan kedepannya dapat menjalin kerjasama antara institusi-institusi dalam mengembangkan ekonomi Islam dunia. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top