Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Seorang lelaki tengah dirundung kesedihan. Melihat orang yang tampak iba itu, sufi ternama Ibrahim ibn Adham menghampirinya, “Wahai lelaki, aku ingin bertanya kepadamu tiga perkara, tolong jawablah”. Lelaki itu menjawab, “Baiklah”.
Ibrahim bertanya, “Apakah di dunia ini ada terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki Allah?”. Lelaki itu menjawab, “Tentu tidak”. Ibrahim bertanya lagi, “Apakah rizkimu yang ditentukan Allah juga berkurang?” Lelaki itu lagi-lagi menjawab, “Tidak”. Ibrahim melanjutkan pertanyaan, “Apakah ajalmu yang telah ditetapkan Allah di dunia ini juga berkurang walau sejenak?”. Lelaki murung itu menjawab, “Tentu tidak”.
Ibrahim, sufi dari negeri Afghanistan yang hidup tahun 733-777 masehi itu kemudian mengunci percakapan di hadapan lelaki malang itu, “Kalau demikian, apa yang membuatmu sedih?”. Demikian kisah yang dituliskan Muhammad Amin al-Jundi (2003:81) yang disebutnya sebagai anekdot, kisah lucu dan aneh sebagaimana sering menjadi mozaik kisah-kisah sufistik.
Sedih itu manusiawi. Siapa pun, termasuk orang beriman, ketika dihadapkan  pada musibah misalnya, tentu bersedih. Tidak normal kalau ada manusia tidak pernah sedih. Namun kesedihan tidak boleh berlarut dan berlebihan. Kesedihan juga jangan dibiarkan merasuk karena akan menjalar ke suasana batin dan rasa yang makin buruk. Kesedihan yang tak berujung dan menular ke segala arah dapat merugikan diri sendiri. Di situlah pentingnya peredam kesedihan sebagaimana pesan hikmah Ibrahim ibn Adham.
Pesan kisah itu ialah, tak ada satu perkara sekecil apapun di muka bumi dan alam semesta ini yang luput dari pengetahuan dan ketetapan Allah yang Maha Kuasa. Umur, jodoh, rizki, musibah, bencana, kematian, dan peristiwa apapun yang terjadi dan menimpa siapa pun semuanya berada dalam rengkuhan kekuasaan Allah. Tidak ada yang kebetulan. Semuanya berada dalam qodrat dan iradat Allah SWT. Hanya manusia sering tidak memahaminya karena banyak rahasia di dalamnya.
Allah dan Rasulullah bahkan mengajarkan makna iman akan qadha dan qadar sebagai rukun iman yang keenam. Artinya, bagi setiap Muslim terdapat keyakinan bahwa apapun yang baik maupun yang dirasakan buruk terjadi semuanya berada dalam kehendak Allah yang Maha Segalanya. Manusia beriman tinggal meyakini dan menerimanya dengan syukur, tawakal, dan sabar secara ikhlas. Inilah rukun iman yang terbilang berat, karena tidak sedikit manusia beriman sekalipun pada praktiknya sulit menerima apa yang terjadi, lebih-lebih menyangkut musibah seperti bencana alam, kematian, sakit, dan sebagainya.
Semua peristiwa dan apa pun yang terjadi di dunia ini berada dalam bingkai dan hukum Allah. Allah berfirman dalam al-Qur’an, artinya “Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu” (Qs. al-Hijr [15]:21). Sungguh, tidak ada kejadian sekecil zarrah pun yang lepas dari rengkuhan Allah. Manusia sebagai makhluk-Nya meski diberi banyak kelebihan, sering tidak mampu memahami apa yang terjadi dan apa yang ada di baliknya.

Itulah makna qadha dan qadar. Menurut Hasybi ash-Shiddieqy, qadha ialah hukum, perintah, berita, kehendak, dan kejadian. Sedangkan makna qadar tertib dan batasan sesuatu. Qadha dan qadar itu milik Allah. Allah pun menentukannya sesuai dengan kemampuan manusia, namun manusia sendiri yang sering tidak memahami, menerima, dan mengambil pelajaran darinya. Allah berfirman yang artinya “Bahwasanya Kami telah menjadikan segala sesuatu menurut ukuran” (QS. al-Qamr [54]:49). Di ayat lain Allah berfirman, yang artinya “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. al-Ankabut [29]:1-3). [islamaktual/sm/a.nuha]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top