Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pada Ahad (19/4) kemarin, Pengadilan Negeri zionis – israel di Al-Quds memutuskan untuk mengeluarkan vonisnya kemudian dan akan dikirim melalui pos, setelah menyidangkan kasus bernama “Gerbang Karamah” atas terdakwa Syeikh Raid Shalah.
Syeikh Raid Salah adalah pemimpin Gerakan Islam di Palestina 1948. Sidang dihadiri sejumlah petinggi dan kader Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah tahun 1948 dan delegasi dari Al-Quds.
Tim pembela yang diwakili oleh pengacara Avigdor Fidlman serta tim pengacara dri Pusat HAM Mizan yang diwakili Mustaga Suhail dan Umar Khumaisi, menyatakan bahwa tidak seharusnya Syeikh  Shalah dituntut dalam kasus ini.
Hakim pengadilan mengusulkan kepada kedua belah pihak untuk menyepakati penarikan banding mereka, namun pihak tim pembela menolak dan hakim memutuskan untuk mengeluarkan keputusan kemudian.
“Tim pembela menjelaskan kepada Pengadilan Negeri bahwa kasus ini adalah bagian dari penuntutan politik atas Syeikh Raid Shalah. Karena tidak ada preseden hukum yang diadili seperti kasus ini atau tidak ada terdakwa, sebagaimana yang disidangkan atas Syeikh Raid Shalah,” ujar Mustafa Suhail, usai sidang di pengadilan seperti dikutip hidayatullah.com
Dia menambahkan, tuduhan terhadap Syaikh Shalah ialah menendang pintu ruang dengan kakinya, karena di dalamnya polisi zionis diyakini oleh Syeikh  Shalah melakukan pemeriksaan secara telanjang terhadap istrinya, di mana para penjaga keamanan mengizinkan orang laki-laki masuk ke dalam ruang tersebut.
Tuduhan atas Syeikh  Shalah adalah menghambat kerja polisi dengan menendang pintu. Yang seharusnya dilakukan Syeikh  Shalah adalah duduk dan menunggu, tidak boleh bergerak saat mendengar suara istrinya yang meminta tolong.
“Hal semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sekarang mereka meminta Syeikh  Shalah dipenjara untuk jangka waktu lama atas pelanggaran ini. Ini membuktikan kedangkalan jaksa yang mengajukan tuduhan ini dan bukti ini adalah penuntutan politis secara nyata. Tujuannya adalah memasukkan Syeikh  Shalah ke dalam penjara dengan alasan sangat minim serta menjauhkannya dari Al Quds dan masjid Al Aqsha,” ujarnya.
Kasus “Gerbang Karamah” terjadi pada 16 Februari 2012 lalu. Saat itu Syeikh  Shalah masuk melalui gerbang Karamah datang dari Yordania setelah menunaikan ibadah umrah bersama istrinya. Setelah memeriksa barang-barang Syeikh  Shalah, giliran istrinya yang diperiksa.
Penjaga gerbang meminta istrinya diperiksa secara telanjang. Hal ini ditolak oleh istrinya dan dia berteriak. Saat itu Syeikh  Shalah menentang tindakan tersebut karena dianggap melecehkan kehormatan istrinya dan menyingkap auratnya. Syeikh lalu mencegah polisi penjaga gerbang melakukan pemeriksaan telanjang terhadap istrinya.
Atas penolakan Syeikh  Shalah dan istrinya diperiksa tersebut, Syeikh  Shalah ditangkap dengan tuduhan “menghalangi kerja polisi”. Ulama Palestina ini disidangkan dalam kasus ini atas klaim-klaim dari polisi penjaga gerbang tersebut. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top