Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aku sangat kuat meyakini agamaku. Dalam setiap kegiatan aku selalu dekat dengan alkitab. Aku juga selalu meresapi segala doa yang kuucapkan, dengan penuh keyakinan bahwa doa itu akan dapat dikabulkan. Semua pelajaran yang kudapat dari kegiatan-kegiatan ibadah seakan menjadi sebuah tatanan yang menuntun jalan hidupku saat itu.
Meski aku merasa sudah melakukan apa yang seharusnya kulakukan sesuai dengan tuntunan itu, namun seringkali aku merasa gelisah dengan sesuatu hal yang tak bisa kuutarakan dengan kata-kata. Sampai akhirnya terbersit di benakku untuk mencoba mengenal Islam lebih dekat. Karena selama ini aku hanya tahu Islam dari luar, tanpa tahu Islam yang sebenarnya seperti apa. Oleh sebab itu, rasa penasaran itulah yang ingin kutahu jawabannya.
Di keluarga, salah seorang adikku telah hijrah menjadi muslim. Darinya lah sedikit demi sedikit aku bertanya tentang Islam. Tidak hanya itu, ia juga mengenalkanku kepada seorang ustadz. Sehingga, setelah perkenalan itu aku jadi sering bertanya soal Islam kepada beliau.
Penjelasan-penjelasan ustadz ternyata dapat kuterima secara logika. Penjelasan itu sangat pas jika diterapkan dalam kehidupan. Aku mulai tertarik untuk mempelajari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini. Apalagi cara penyampaiannya yang bijaksana membuatku semakin nyaman untuk berdialog.
Di tengah getolnya mencari tahu tentang Islam, aku berkenalan dengan Gerry yang seorang muslim. Kami saling tertarik. Tetap karena perbedaan agama itu, aku berkonsultasi kepada ustadz, bagaimana Islam menanggapi hal-hal seputar rumah tangga yang berbeda agama.
Tak Selalu Mulus
Hubunganku dengan Gerry pun beranjak pada tahap serius. Hanya saja aku belum memutuskan untuk seagama dengannya (menjadi muslimah-red). Entah kenapa aku masih sulit membuat keputusan berpindah keyakinan. Sampai pada saat aku berkenalan dengan orangtuanya untuk pertama kali, tapi ada sesuatu yang mengganjal.
Orangtua Gerry menentang keras hubungan kami karena statusku yang non-muslim. Tentu saja hal ini membuatku gundah. Maklum saja orangtua Gerry memang sangat sensitif dengan perbedaan agama di antara kami berdua. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dulu sebelum mendapat restu orangtua. Supaya tidak menjadi masalah yang berkelanjutan nantinya.
Meski putus hubungan dengan Gerry, ketertarikanku untuk mendalami Islam kepada ustadz yang sudah seperti orangtuaku sendiri pun masih terus berlanjut. Gerry sangat mendukung niat dan perjuanganku belajar Islam.
Berkat usahaku yang istiqomah, akhirnya aku benar-benar bisa memantapkan hatiku mengucap syahadat. Dengan dituntun oleh ustadz yang selama ini mendampingiku menggali wawasan tentang Islam, aku berikrar di masjid yang tak jauh dari rumah beliau.
Ya, kini aku merasakan suasana hati yang lebih plong dari sebelumnya. Tidak ada keraguan untuk meyakini Islam sebagai pedoman hidup. Aku tahu keputusanku ini atas dasar pertimbangan logika dan hati. Aku akan tetap menggenggamnya.
Tapi di sisi lain, aku juga harus menyampaikan keislamanku ini pada orangtua, terutama papa. Perkiraanku benar. Papa marah besar ketika aku menyampaikan keputusanku berpindah agama ini. Kemarahan itu bukan karena aku memilih Islam, tapi karena papa tidak ingin agama dibuat mainan. Papa khawatir aku berpindah-pindah agama tanpa ada komitmen yang jelas.
Alhamdulillah aku bisa memberikan pemahaman kepada papa. Sehingga keluargaku tidak ada masalah dengan keislamanku. Tak lama setelah aku menjadi muslimah, hubunganku dengan Gerry nyambung kembali. Lalu kamipun menikah dengan restu kedua orangtua kami.
Aku sangat yakin semua ini adalah bagian dari doa yang selama ini kupanjatkan. Sebenarnya banyak hal yang telah kurasakan, termasuk doa-doaku yang banyak dikabulkan Allah SWT. Kedamaian hidup bersama Gerry dalam naungan Islam semakin menguatkan keyakinanku. Apalagi hadirnya Shelo, anakku satu-satunya yang kini sudah tumbuh besar.

Semoga kami selalu dicurahkan hidayah, kedamaian serta kesehatan oleh Allah SWT. Dan semua yang telah Allah SWT berikan ini, mampu aku jaga dan syukuri hingga akhir hayat. Amiin. [islamaktual/alfalah/sherly]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top