Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Emilia Renita, perwakilan dari organisasi Syiah, Organization Ahlulbayt for Social support and Education (OASE) secara tidak langsung ‘mengancam’ umat Islam ahlussunnah dengan menyatakan akan melawan segala bentuk penindasan terhadap kelompok Syiah.
Hal ini Emilia ungkapkan saat menyampaikan aduan ke Kantor Komnas HAM Kamis (12/3) lalu. OASE melapor ke Pihak Komnas HAM dalam rangka melakukan protes adanya deklarasi-deklarasi yang digelar oleh gerakan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS).
Menurut Emilia, deklarasi-deklarasi yang diselenggarakan oleh ANNAS di beberapa kota merupakan salah satu bentuk intimidasi terhadap kelompok Syiah di Indonesia.
“Mengapa deklarasi ANNAS bisa begitu mulus dilakukan, mau dibawa kemana Indonesia?” ujar Emilia Renita Az seperti dikutip hidayatullah.com.
Banyak kasus intimidasi terhadap kelompok Syiah di Indonesia yang menurut Emilia belum selesai hingga saat ini. Emilia mencontohkan kasus kekerasan terhadap kelompok Syiah di Sampang. Selain itu, sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan buku mewaspadai Syiah, kata istri Jalaluddin Rakhmat ini, semakin massif kegiatan yang dilakukan untuk mengungkap penyimpangan Syiah dilakukan masyarakat.
Karena itu, Emilia mendesak Komnas HAM agar segera menyelesaikan kasus-kasus intimidasi terhadap pengikut Syiah di Indonesia sebab sebagai warga negara pengikut Syiah merasa terusik.
“Siapa yang harus bertanggung jawab atas keutuhan NKRI? Bukankah kita harus menciptakan Indonesia menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua. Artinya jika institusi seperti Komnas HAM tidak bisa bereaksi, lalu kemana kami harus mengadukan nasib kami? Apakah harus ada dark justice supaya kami bisa bergerak sendiri? Bagi kami ini tidak bisa lagi ditoleransi, I think this is very very serious,” ujar Emilia.
Emilia menuturkan jika kunjungannya ke Komnas HAM itu baru kali pertama dilakukan, dan sebab kasus Az-Zikra, lanjutnya menjadi titik tolak kelompok Syiah untuk melawan.
Sementara itu, menanggapi laporan yang dilakukan oleh kelompok Syiah pada Komnas HAM, peneliti Syiah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam-Surabaya (InPAS), Bahrul Ulum mengatakan, sikap kelompok Syiah ini hanya sebuah trik mengalihkan isu kasus kekerasan penganut Syiah yang sebelumnya terkuak dalam kasus penyerangan Az Zikra.
“Itu hanya usaha mengalihkan isu dan perhatian atas kasus Az Zikra, ” ujar Bahrul Ulum.

Mengenai fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta peredaran buku mewaspadai Syiah, Bahrul beranggapan bahwa itu adalah hak MUI yang menjadi payung semua ormas Islam Ahlus Sunnah di Indonesia. Sudah merupakan tugas MUI untuk melindungi umatnya, apalagi Indonesia adalah negeri Ahlus Sunnah wal Jama’ah. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top