Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


“Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan datang dengan berseri-seri (bersinar) karena bekas wudhunya, maka barangsiapa mampu memanjangkan sinarnya hendaklah ia lakukan.” (HR. Ahmad)
Sering berwudhu memanjangkan dan menyempurnakan sinar akibat bekas air wudhu. Demikian pula menjaga diri dalam keadaan suci dari hadats. Di antara umat Islam ada yang melakukannya dengan menggantung wudhu, yakni selalu menjaga dalam keadaan suci dari hadats. Tentu ini merupakan amalan utama, tetapi dalam melakukannya hendaknya memperhatikan aspek kesehatan sehingga tidak merugikan tubuh.
Hadats adalah bagian dari kejadian untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat. Diantara hadats yang membatalkan wudhu adalah buang angin, buang air kecil, dan buang air besar.
Buang angin atau yang disebut juga dengan kentut, merupakan mekanisme tubuh untuk membuang kelebihan angin yang terdapat dalam usus atau saluran cerna manusia. Pada waktu bicara, makan, minum, sebagian udara akan tertelan ke dalam usus. Sebagian akan keluar dalam bentuk sendawa, sebagian terserap, dan sebagian besar berjalan menuju usus besar.
Disini sebagian oksigen diserap, dan ditambahkan hidrogen, sulfida, karbon dioksida, serta metana yang dibentuk oleh bakteri-bakteri kolon (usus besar) dari karbohidrat dan zat lain. Gas ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk flatus (kentut). Bau flatus sebagian besar disebabkan oleh sulfida. Volume gas yang secara normal terdapat dalam saluran cerna manusia adalah sekitar 200 ml, dan pembentukannya setiap hari antara 500-1500 ml (William F. Ganong “Review of Medical Physiology” edisi terjemah: “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran” terj. oleh dr.H.M. Jauhari Widjajakusumah cet 1 2003, EGC hal 472).
Menjaga wudhu dari hadats buang angin sebaiknya dilakukan dengan berwudhu segera setelah buang angin, bukan dengan cara menahan buang angin. Biasakan segera berwudhu setelah buang angin.
Buang air kecil atau berkemih merupakan mekanisme tubuh untuk membuang kelebihan cairan dan kotoran-kotoran yang mengalir bersama darah dan telah disaring oleh ginjal. Ginjal adalah organ penting dalam tubuh yang berfungsi menjaga kebersihan dan keseimbangan volume darah. Dalam 1 menit darah yang mengalir melalui ginjal adalah 1,2 - 1,3 liter (ibid hal 679).
Cairan yang telah melewati ginjal sebagian besar dikembalikan ke dalam sirkulasi tubuh, yakni cairan yang telah dibersihkan oleh ginjal. Sebagian kecil yang berupa sampah dan kotoran-kotoran yang telah tersaring dibawa bersama kelebihan cairan dan dialirkan ke dalam kandung kemih.
Bersegeralah mencari toilet untuk mengeluarkannya setelah merasa ingin buang air kecil. Menahannya terlalu lama, membuat tidak nyaman dan beban kandung kemih menjadi berat dengan berbagai akibat buruknya. Jangan sering-sering menahan kencing!
Menjaga wudhu kita lakukan dengan membiasakan berwudhu setiap selesai buang ai kecil, bukan dengan menahan kencing.
Buang air besar adalah mekanisme tubuh penting untuk membuang sisa-sisa makanan yang masuk ke dalam pencernaan dan tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Buangannya disebut feses. Feses yang sehat berbentuk padat, berwarna kuning keemasan, dan baunya normal. Bentuk yang lembek dan cair, warna atau bau yang berubah, menunjukkan adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Biasakan lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati, banyak syuran dan buah. Makanan hewani baik bagi tubuh dalam porsi 10-15% yang dimakan. Dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, makanan hewani menyebabkan usus tidak sehat.

Menyempurnakan dan memanjangkan sinar akibat bekas air wudhu kita lakukan dengan menjaga diri dalam keadaan suci dari hadtas dengan cara selalu berwudhu setiap selesai berhadats. Inilah cara menjaga wudhu yang sehat. Wallahu a’lam. [islamaktual/sm/agussukaca]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top