Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi provinsi ke sekian yang akhirnya ikut melakukan pelarangan penjualan minuman beralkohol. Semenjak Menteri Perdagangan mengeluarkan aturan tentang perubahan atas Permendag No. 20 tahun 2014,seluruh minimarket tidak diperbolehkan lagi melakukan peredaran dan penjualan minuman beralkohol.
Hanny Wajong, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan pernyataan bahwa terhitung per 16 April 2015 minimarket tidak lagi diperbolehkan menjual minuman beralkohol.
"Pemerintah telah memberikan waktu tiga bulan hingga tanggal 16 April batas penjualan minuman beralkohol di minimarket, setelah itu tidak ada lagi," jelas Hanny, di Manado kemarin seperti dikutip dari republika.co.id.
Hanny menjelaskan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel telah mengeluarkan peraturan baru No.06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag No.20/M-DAG/PER/4/2014 yang isinya mengenai pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.
Dalam Permendag ini ditegaskan bahwa minimarket dilarang menjual minuman beralkohol mulai 16 April 2015.
Pada aturan sebelumnya, minimarket masih diperbolehkan untuk menjual minuman beralkohol dengan kadar di bawah lima persen. Akan tetapi sejak keluar Permendag yang baru, seluruh minimarket saat ini tidak boleh menjual minuman beralkohol sama sekali ujarnya.
Setelah pemerintah provinsi mendapat banyak masukan serta keluhan dari masyarakat yang menyatakan bahwa penjualan minuman alkohol mulai meresahkan dan tidak sesuai dengan ketentuan, maka pemprov berinisiatif mengeluarkan aturan pelarangan penjualan minuman beralkohol tersebut.
"Minimarket sudah masuk ke lokasi perumahan dan juga dekat dengan sekolah, di mana jika menjual minuman beralkohol sesungguhnya sudah merupakan sebuah pelanggaran," lanjut Hanny menjelaskan.
Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Sulut, Arnold Kindangaen, pada intinya, Permendag yang baru No.06/M-DAG/PER/1/2015 tersebut memiliki dua perubahan. Yang pertama disebutkan Hanny bahwa saat ini hanya supermarket, hypermarket, hotel dan juga restoran yang boleh menjual minuman beralkohol, dan Minimarket dan toko pengecer yang sebelumnya boleh menjual minuman beralkohol, sekarang tidak diperbolehkan menjualnya. Kedua, pemerintah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan bagi pelaku usaha untuk dapat menerapkan Permendag yang baru ini.

Ada sembilan jenis minuman beralkohol golongan A yang dikatakan Arnold beredar di Indonesia, yaitu minuman beralkohol berkarbonasi, minuman ringan beralkohol, low alcohol wine, shandy, bir, lager, ale, bir hitam atau stout, serta anggur brem Bali. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top