Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Prof. Ahmad Muflih Saefuddin dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Jakarta, Jumat (27/2) sore kemarin menyatakan bahwa untuk menanggulangi penyebaran Syi’ah, maka gerakan dakwah harus memiliki 6 kekuatan dasar.
Kekuatan dasar dakwah yang pertama menurut beliau adalah kekuatan persatuan (al-quwwah al-ittihadiyah). Syi’ah merupakan pengacau persatuan umat dan mengajarkan kebencian pada sahabat Rasul, karenanya dibutuhkan persatuan umat agar gerakan dakwah bisa berjalan efektif.
Yang kedua, gerakan dakwah juga harus memiliki kekuatan aqidah (al-quwwah al-’aqidah). ‘’Aqidah yang benar adalah harga mati yang harus dijaga kemurniannya, termasuk dari ancaman virus Syiah,’’ ucap pria yang juga merupakan Ketua Pembina DDII ini.
Kekuatan berikutnya adalah kekuatan ilmu (al-quwwah al-’ilmi). Islam akan menjadi hidup dan iman menjadi segar dengan ilmu. Ummat Islam wajib memiliki diantaranya ilmu tanziliyah dan kauniyah. ‘Menurutnya, dengan ilmu tanziliyah, umat Islam akan menjadi ‘alim ulama dan dengan ilmu kauniyah umat Islam akan menjadi ulul albab atau intelektual. Ilmu dipunyai melalui proses belajar, bukan sekadar sekolah formal lanjut pria berusia 74 tahun ini. AM Saefuddin mencontohkan Buya Hamka, Haji Masagung sebagai contoh tokoh Islam yang ilmunya banyak diperoleh tanpa sekolah formal.
Kekuatan berikutnya adalah akhlak (al-quwwah al-khuluq). Tanpa akhlak, banyak orang pandai menjadi pesakitan kasus korupsi. Banyaknya orang bergelar akademis saat ini yang masuk penjara karena kurangnya kekuatan akhlak ini. AM Saefuddin juga menyinggung akhlak para da’i. Da’i seharusnya lebih banyak turun ke wilayah grassroot dibandingkan berdakwah di lahan “basah” kalangan atas. Jika seorang da’i sekali berdakwah ke kalangan atas, maka harus diimbangi dengan dakwah ke kalangan bawah sebanyak 13 kali.
Menurut Prof. AM, dakwah juga harus ditopang dengan kekuatan ekonomi (al-quwwah al-iqtishodiyah). Dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki, akan lebih dirasakan kemanfaatannya di masyarakat. Banyak sekali asset milik Dewan Dakwah yang menurutnya belum optimal produktif, padahal nilai asset wakaf tidak bergerak Dewan Dakwah saat ini mencapai 1,7 triliun rupiah.
Kekuatan keenam adalah al-quwwah al-ijtimaiyah atau kekuatan kolektif. Misalnya Dewan Dakwah daerah yang organisasinya sehat dan keuangannya mampu, membantu Dewan Dakwah daerah lain yang masih kurang.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Dakwah yang berlangsung secara sederhana pada 27 Februari hingga 1 Maret 2015 ini bertempat di Aula Masjid Al Furqan Jl Kramat Raya 45 Jakarta. Hadir dalam pembukaan Rakernas, segenap pembina, pengawas, dan pengurus harian Dewan Dakwah beserta para pimpinan Dewan Dakwah Perwakilan dari 32 provinsi. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top