Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Persoalan pelaksanaan eksekusi mati terpidana mati kelompok Bali Nine jadi perhatian Prabowo Subiyanto. Ketua Umum Partai Gerindra ini akhirnya angkat bicara soal tarik-ulur eksekusi terpidana mati kelompok Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menurutnya, Indonesia tak perlu takut dengan intervensi serta tekanan dari negara lain.‬
"Kalau ada tekanan dari negara-negara asing, saya kira kalau mencari negatifnya akan menjadi tekanan. Tapi kalau kita berpikir itu adalah upaya pemerintah melindungi rakyatnya, saya kira (pemerintah) melakukan kewajibannya‬," terang Prabowo di kediamannya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3) seperti dikutip okezone.com.
Menurut Prabowo, ‪eksekusi mati merupakan salah satu hak dari lembaga eksekutif dan juga hak konstitusi. Penanganan kepada kedua terpidana kasus narkoba yang akan dihukum mati ini juga harus dipikirkan baik-baik, karena dampak yang ditimbulkan dari adanya pelaku narkoba di Indonesia sangat berbahaya.
"‪Jadi hukuman mati itu masih dianggap sebagai penangkal. Tapi tentunya pelaksanaannya bisa fleksibel. Yang paling penting adalah kepentingan nasional kita. ‬Kita pun juga berusaha membela warga negara kita yang di luar negeri," ungkapnya.
Prabowo melanjutkan bahwa di luar negeri masih banyak warga negara Indonesia yang menunggu hukuman mati. Di mana mereka juga berharap atas pengampunan, keringanan atau pembebasan. Menurutnya Indonesia saat ini membutuhkan banyak kawan. “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," pungkasnya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top