Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Milisi pemberontak Syiah Houthi semakin menunjukkan kekuatan mereka. Ini dibuktikan dengan jatuhnya kota ketiga terbesar di Yaman, Taiz. Selain itu bandara d kota Taiz juga merupakan lokasi yang berhasil direbut oleh milisi pembrontak.
Sejak Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansour Hadi dipaksa lengser oleh milisi pemberontak Houthi, kekerasan antar kelompok bersenjata Sunni-Syiah semakin meningkat. Konflik horisontal antara pemberontak Houthi, al-Qaeda dan ekstrimis ISIS menyebabkan Presiden Yaman meninggalkan istana negara di ibukota Sanaa menuju daerah selatan, Aden.
Sementara Amerika Serikat dikutip hidayatullah.com menyatakan telah menarik pasukannya dari negara tersebut akibat situasi keamanan yang semakin memburuk.
Kelompok pemberontak Houthi yang memakai seragam militer tampak tiba di bandara di Taiz. kemudian melakukan penjagaan ketat di sebagian wilayah tersebut.
Sedangkan, puluhan kendaraan militer serta tank dilaporkan tengah dalam perjalanan dari utara kota Yaman menuju Taiz, yang berada di antara Sanaa dan Aden. Sejumlah warga lokal pun turun ke jalan memprotes kehadiran Houthi dan memicu para pemberontak melakukan tembakan udara guna membubarkan aksi mereka.
Sebelumnya, para pemberontak mendeklarasikan pemerintahan baru pada Februari dan menyatakan lima anggota transisi dewan kepresidenan akan menggantikan Presiden Hadi.
Namun, Houthis merupakan kelompok minoritas Syiah dan deklarasi mereka pun tak diakui oleh kelompok Sunni dan para pemimpin di wilayah selatan. Hadi sendiri telah menyerukan agar para pemberontak menarik anggotanya dari Sanaa, namun Houthi malah menyerukan mobilisasi melawan pasukan presiden.

Kondisi Yaman yang semakin di ‘ujung tanduk’ membuat Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat terkait situasi keamanan di Yaman pada Ahad lalu. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top