Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pada dasarnya semua orang beriman ingin masuk surga dan selamat dari neraka. Namun demikian, tidak setiap orang mau menjalankan amalan yang dapat memasukkannya ke surga. Sebagaimana juga tidak semua orang bersedia meninggalkan amalan yang menyeretnya ke neraka.
Bahwa mengerjakan amalan menuju surga dirasakan berat kiranya sudah disadari banyak orang, demikian juga betapa jalan menuju neraka terasa ringan, kiranya banyak orang sudah membuktikan. Dalam sebuah hadits shahih dinyatakan:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setelah Allah SWT menciptakan surga, Dia berkata kepada Jibrilas, ‘Pergi dan lihatlah!’ Kemudian Jibril pergi dan melihatnya. Dan berkata, ‘Demi keagungan-Mu, sesungguhnya tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali pasti ingin memasukinya.’ Lalu jalan menuju surga dihiasi dengan berbagai rintangan. Setelah itu, Allah SWT berkata lagi kepada Jibril as, ‘Sekarang lihatlah!’ Kemudian Jibril melihatnya dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku khawatir tidak akan ada (umatmu) yang bakal dapat memasukinya’. Kemudian Rasulullah SAW meneruskan sabdanya, “Setelah Allah SWT menciptakan neraka, Dia berkata kepada Jibril as, ‘Pergi dan lihatlah!’ Maka Jibril pergi dan melihatnya. Ketika datang, Jibril berkata,’Demi keagungan-Mu, tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali ia tidak akan mau memasukinya.’ Lalu jalan menuju neraka dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan (syahwat). Setelah itu, Allah SWT berkata lagi, ‘Sekarang pergi dan lihatlah!’ Jibril as pun pergi dan melihatnya. Setelah datang ia berkata, ‘Demi keagungan-Mu, aku khawatir semuanya akan masuk ke dalamnya’.” (Shahih : At-Tirmidzi [2698]. Riwayat Abu Dawud, al-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad)
Sementara dalam riwayat Imam Bukhari-Muslim, dengan bahasa yang lebih singkat, Nabi menggambarkan pagar surga dan neraka dengan menyatakan: “Diberi dinding atau (pagar) neraka itu dengan syahwat dan diberi dinding surga itu dengan sesuatu yang dibenci.”
Berdasarkan kedua hadits diatas, ulama Sunni menjelaskan, bahwa surga dan neraka saat ini sudah ada atau diciptakan Allah SWT, berbeda dengan keyakinan kaum Mu’tazilah yang menyatakan surga dan neraka belum diciptakan kecuali nanti setelah hari kiamat.
Secara lugas Nabi SAW mengingatkan bahwa neraka dikelilingi oleh syahwat. Syahwat sendiri didefinisikan oleh al-Qurthubi sebagai apa saja yang nafsu menyukainya, cenderung kepadanya, dan ingin memenuhinya.
Karena nafsu menyukainya dan cenderung kepadanya, maka jangan heran kalau manusia yang tidak pandai mengendalikan nafsunya mudah dan ringan menurutinya walau terkadang harus mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya, calon ‘jamaah’ penghuni neraka cenderung lebih mudah terbentuk dan jumlahnya selalu ‘mayoritas’ sebagaimana diisyaratkan al-Qur’an:
Sungguh Kami penuhi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tidak memahami dengannya, mereka punya mata tapi tidak melihat dengannya, mereka punya telinga tidak mendengar dengannya, mereka seperti binatang bahkan lebih sesat, mereka adalah orang yang lalai” (QS. al-A’raf [7]:179).
Para pemuja nafsu rendah umumnya betah dan asyik terlena dengan bujuk rayu setan walau akibatnya sering menyusahkan dan bahkan membahayakan pelakunya. Hingga hari ini ‘pasien’ setan nyaris tidak berkurang dan mungkin malah cenderung bertambah. Jadi dapat disarikan, pagar neraka memiliki ciri, pertama hawa nafsu manusia cenderung menyukai, kedua ditempuh dengan cara yang bertentangan dengan syariat.
Berbalik 180 derajat dengan pagar neraka, pagar surga dikelilingi oleh hal-hal yang umumnya nafsu benci kepadanya (makarih). Di saat lagi pulasnya tidur di pagi buta, nafsu akan cenderung benci kalau diajak bangun sholat Subuh. Di saat uang dalam genggaman, nafsu benci kalau diajak berzakat atau berinfak, namun terasa ringan kalau untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Di saat waktu luang, mulut berat diajak membaca al-Qur’an, tapi anehnya terasa ringan buat bergunjing sesama. Bagi pelajar waktu 30 menit terasa lama untuk belajar, namun 1 jam terasa sebentar buat pacaran dan seterusnya.

Sungguhpun pagar surga umumnya dibenci oleh hawa nafsu manusia, namun orang beriman dan bijak, rela dan bersedia melakukannya dengan ikhlas karena Allah SWT. Orang beriman yakin, bahwa segala amal yang diperintahkan Allah SWT pasti membawa hikmah, manfaat dan kebaikan bagi umat manusia pada umumnya dan orang beriman pada khususnya. Cepat atau lambat, pasti orang beriman akan merasakan dan mendapatkan buah dari amal perbuatannya itu. [islamaktual/sm/alitrigiyatno]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top