Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sejak gegap-gempita Pemilu 2014, Ichsanudin Noorsy menilai ada konstruksi besar yang sengaja mengkondisikan Indonesia agar tetap dalam kondisi kisruh. Ini merupakan upaya sejumlah kalangan yang mencoba mengalihkan publik dari isu mengenai pelanggaran terhadap konstitusi. Terutama, terkait hegemoni kapitalisme pasar bebas.
“Sesungguhnya, ada upaya agar Indonesia tidak keluar dari cengkeraman sistem kapitalisme. Ada satu konstruksi besar di Indonesia, agar Indonesia tidak kembali ekonominya kepada ekonomi konstitusi,” kata Noorsy di Jakarta, Sabtu (7/3) seperti dikutip republika.co.id.
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik ini melanjutkan, di Indonesia saat ini marak sebuah kisruh disambut dengan kisruh lainnya. Dan keributan-keributan itu, kata Noorsy, tidak terkait sama sekali dengan persoalan dasar kesejahteraan rakyat atau konstitusi. Noorsy mencontohkan banyak kasus.
Contohnya adalah keributan antara kubu KIH-KMP, kemudian keributan internal PPP, keributan Golkar, dan sekarang keributan Ahok dengan DPRD DKI. Itu semua merupakan sebuah konstruksi agar orang-orang Indonesia yang awalnya kritis terhadap berbagai persoalan mendasar tidak lagi fokus ke situ ujarnya.
Noorsy mencontohkan, fakta bahwa harga minyak di Indonesia kini diserahkan sepenuhnya ke pasar bebas. Mengenai itu, tidak ada pemberitaan sama sekali. Padahal, UU Energi yang menyebut soal harga minyak bertentangan dengan konstitusi. Bahkan, UU tersebut melawan keputusan Mahkamah Konstitusi yang telah berkekuatan hukum tetap. Demikian pula, perjanjian kontrak RI dengan Freeport yang berlaku hingga 2041.

“Buat saya, ini ada pengalihan isu yang sistematis,” pungkasnya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top