Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Usaha pemblokiran yang termuat dalam surat yang diduga dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) mendapat kecaman berbagai pihak. Kecaman itu salah satunya datang dari anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa B. Nahrawardaya. Mustofa menyatakan bahwa tindakan Kemkominfo menutup situs media Islam atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dianggap tidak mendidik.
Menurut mantan anggota dewan ini, 19 situs media Islam yang diblokir banyak diantaranya justru tidak mengajarkan radikalisme. Hal ini menurut Mustofa lebih tepat disebut pemberangusan media Islam.
Ia mengkhawatirkan jika seluruh situs media Islam diblokir, maka pemberitaan tentang terorisme yang selama ini berkembang di Indonesia akan berat sebelah.
“Banyak informasi penting yang tidak disampaikan media mainstream dalam pemberitaan terorisme, seperti saat tertuduh diberitakan melakukan perlawanan, padahal hal itu tidak terjadi,” ungkapnya melalui rilis Senin (30/3) seperti dikutip dari islampos.com.
Menurutnya, pemblokiran terhadap situs media Islam akan menjadikan pembodohan massal terhadap masyarakat. Hal ini karena pola pemberitaan dibiarkan tanpa ada pembanding, yang selama ini peran itu dilakukan oleh situs media Islam terhadap pemberitaan media mainstream.

“Artinya, pola sumber tunggal dalam berita terorisme akan lebih kuat posisinya. Boleh dibilang, ada upaya permanen pembodohan publik berkedok pemberantasan terorisme,” tegasnya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top