Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Semua kaum muslimin sepakat bahwa al-Qur’an adalah hudan, petunjuk, pedoman dalam hidup. Apa saja yang kita lakukan dalam seluruh aspek, baik akidah, ibadah, akhlak serta muamalat duniawiyah harus merujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Itulah yang kemudian dikenal denan syi’ar ar-ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah.
Petunjuk-petunjuk al-Qur’an ada yang bersifat umum, mujmal, berisi prinsip-prinsip yang secara fleksibel, elastis, bisa dijabarkan dalam pelaksanaannya. Tetapi ada juga yang mufashal, dirinci sampai detail sehingga tertutup ruang untuk merubahnya atau menyesuaikannya dengan zaman atau tuntutan waktu.
Kedua watak dari ayat al-Qur’an itu sangat penting kita pahami supaya kita tidak keliru dalam melaksanakan syi’ar ar-ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah. Di tengah-tengah masyarakat kita menyaksikan ada fenomena kekeliruan atau salah pasang. Untuk hal-hal yang bersifat mujmal, secara garis besar, maka hukumnya bersifat relatif, fleksibel, biasanya itu terdapat dalam aspek muamalat dalam pengertian yang luas atau dalam ungkapan lain dalam ibadah ‘amah. Dalam ibadah ‘amah ini rumusan hukumnya adalah segala sesuatu dibolehkan kecuali yang dilarang. Maka tugas kita, tugas seorang muslim adalah mengetahui mana atau apa saja yang dilarang. Misalnya dalam pakaian, mana yang tidak boleh berubah dalam pakaian itu, apakah warnanya, modelnya atau menutup aurat.
Para ulama memahami bahwa ada dua hal dari pakaian yang tidak boleh berubah. Pertama, satrul aurah, harus menutup aurat. Laki-laki batas auratnya pusar sampai lutut, kalau perempuan kecuali wajah dan kedua pergelangan tangan. Yang kedua, yang tidak boleh hilang dari pakaian itu adalah tidak menunjukkan kesombongan, karena Rasulullah SAW mengancam orang-orang yang berpakaian yang menunjukkan kesombongan. Termasuk dalam pengertian satrul aurah, pakaian itu tidak boleh ketat dan transparan. Jika seorang perempuan, sekalipun memakai pakaian yang secara fisik menutup auratnya, tetapi ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya dan transparan, maka pakaiannya itu belum memenuhi kategori satrul aurah.
Sedangkan warna, model, apakah model gamis, jubah seperti di Arab Saudi, atau model Pakistan, model Bangladesh, model Melayu, model Barat, itu termasuk hal-hal yang diserahkan kepada keinginan masing-masing. Jadi bersifat budaya atau peradaban yang satu masa dengan masa lain, satu tempat dengan tempat lain, satu kebudayaan dengan kebudayaan lain akan berbeda.
Begitu jugalah kita memahami tentang syura, substansinya adalah musyawarah, tetapi cara, metode, dan mekanismenya diserahkan kepada perkembangan zaman, sehingga bersifat dinamis. Apakah dengan sistem langsung atau perwakilan, terserah saja dengan pertimbangan manfaat dan maslahah. Begitu juga tentang ‘an taradhin dalam jual-beli, suka sama suka antara penjual dan pembeli, adalah substansi yang tetap berlaku sepanjang zaman, tetapi caranya, mekanismenya diserahkan juga kepada zaman, sehingga juga bersifat dinamis.
Dalam hal ini tugas kita, adalah melakukan dinamisasi, modernisasi, reformasi, bukan purifikasi. Salah pasangnya terletak apabila kita melakukan purifikasi terhadap hal-hal yang dinamis dengan alasan mengembalikan kepada praktik di zaman Rasulullah SAW atau zaman para sahabat dan tabi’in.

Untuk petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah yang mufashal, dirinci secara detail, seperti dlam aspek ibadah mahdhah misalnya, maka tertutup ruang untuk merubah atau menyesuaikannya dengan zaman. Rumus hukumnya dalam aspek ini adalah segala sesuatu terlarang kecuali jika ada perintahnya. Kaifiyat shalat misalnya, haruslah berdasarkan perintah atau tuntunan dari Rasulullah SAW tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambah. Dikurangi bisa tidak sah shalatnya, kalau ditambah bisa jatuh menjadi bid’ah. Salah pasangnya dalam masalah ini adalah apabila kita melakukan modernisasi, reformasi untuk hal-hal yang bersifat ibadah mahdhah ini. Harusnya yang dilakukan justru adalah pemurnian, purifikasi. [islamaktual/sm/yunaharilyas]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top