Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ketika Nabi SAW dilempari warga Thaif hingga berdarah, malaikat Jibril sempat menawarkan untuk membalaskan. Nabi dengan lembut menolak dan lebih memberi maaf. “Mereka sungguh kaum yang tidak menegrti,” ujar Nabi. Nabi akhir zaman itu sungguh penyebar damai. Kekerasan dilawan dengan perdamaian.
Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan anti-kekerasan. Islam dalam arti harfiahnya berasal dari kata “salam” artinya damai, selamat, dan tunduk. Dalam kehidupan sehari-hari, ajaran salam terungkap dalam sapaan “assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu”, yang mengandung pesan sekaligus do’a akan keselamatan dan kedamaian dengan harapan meraih kasih sayang dan berkah Allah SWT. Meski, kini ucapan salam sering kurang dijawab dengan baik.
Surga yang menjadi dambaan setiap Muslim di hari akhir diberi nama “Darussalam” (tempat yang paling damai) sebagaimana firman Allah: “Lahum Darussalam ‘inda Rabbihim” artinya “Bagi mereka disediakan Darussalam (surga) di samping Tuhannya” (QS. al-An’am : 127). Allah SWT bahkan memiliki sifat dan nama As-Salam. Selain nama-nama lain dalam Asmaul Husna, yang artinya: “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Salam, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. al-Hasyr : 23).
Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawa perdamaian dan keselamatan yang hakiki di dunia dan di akhirat kelak. Nabi adalah figur dan pembawa misi damai. Peperangan dalam Islam, tujuan utamanya selain membela diri juga untuk menegakkan perdamaian dan tegaknya kehidupan yang rahmatan lil-alamin. Ketika kota Makkah ditaklukkan, Nabi melarang kaum Muslimin melukai dan membunuh, serta mengajak seluruh penduduk untuk masuk Islam dengan sukarela dan menjadikan kota suci itu sebagai Darussalam.
Umat Muslim sebagai pemeluk ajaran juga dianjurkan untuk membawa misi damai dan menampilkan diri sebagai sosok yang menyebarkan salam. Diantara ciri Ibadurrahman (hamba-hamba Allah yang dikasihi) ialah menyampaikan kata-kata damai atau keselamatan sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an, yang artinya, “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. al-Furqan : 63).
Kondisi damai ialah situasi aman, tenteram, dan selamat serta bebas dari ancaman, tekanan, kezaliman, dan segala bentuk kekerasan. Karenanya, Islam selain mengajarkan hidup damai dengan siapapun dan dimanapun, pada saat yang bersamaan mengajarkan umatnya maupun manusia umumnya untuk anti-kekerasan dalam segala bentuknya. Sedangkan kekerasan ialah segala bentuk tekanan baik fisik maupun non-fisik, yang membuat siapapun yang terkena olehnya mengalami kerugian. Pembunuhan dalam berbagai bentuk merupakan wujud kekerasan paling merusak kehidupan. Membunuh satu nyawa sama dengan membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruhnya.

Islam sebagai agama perdamaian oleh para pemeluknya harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat manusia seluruhnya. Ajaran tentang ihsan seperti kasih sayang, pemaaf, kelembutan, rendah hati, dan nilai-nilai kebaikan yang terpuji lainnya dapat dijadikan dorongan dan jalan untuk tegaknya perdamaian dan hilangnya segala bentuk kekerasan di muka bumi. Dengan ihsan kita menjadi semakin sensitif, empati, dan peduli dalam menyikapi perkembangan kehidupan yang penuh galau dan kacau saat ini. [islamaktual/sm/a.nuha]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top