Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebaiknya tidak usah lagi terlalu diributkan oleh masyarakat. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Istana Negara. Menurutnya, penentuan harga BBM sudah mengikuti mekanisme pasar, sehingga masyarakat Indonesia jangan lagi meributkan persoalan  itu.
"Tapi kan sebenarnya yang harus kita pikirkan ke depan adalah membangun ketahanan energi, bukan membicarakan persoalan kenaikan-kenaikan harga BBM ini," tegas Sudirman, Senin (30/3) seperti dikutip okezone.com.
Dijelaskan pula bahwa hal penting yang saat ini perlu dilakukan adalah memperbaiki pola dalam hal penentuan harga BBM. Karena kenaikan BBM ini juga hanya konsekuensi dari pengalihan subsidi ucap Sudirman.
Sudirman mengakui bahwa pemerintah akan menjalankan mekanisme perubahan harga BBM dalam setiap bulan. Masyarakat nantinya harus siap akan adanya perubahan harga di bulan-bulan berikutnya.
"Kan sudah sering disebutkan setiap bulan akan ada peninjauan dan saya kira sebelum diputuskan juga orang sudah tahu kok harga minyak dunia naik, kurs Rupiah terhadap dolar AS relatif melemah. Jadi dua faktor itu sebagian besar masyarakat sudah paham," tukasnya.

Seperti diketahui, sejak 28 Maret 2015, harga Premium kembali dinaikkan Rp 500 per liter menjadi Rp 7.300 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.800 per liter untuk wilayah diluar Jawa Madura Bali (Jamali). Sedang di dalam wilayah Jamali harga Premium menjadi Rp 7.400 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.900 per liter. Harga Solar menjadi Rp 6.900 per liter naik dari harga sebelumnya Rp 6.400 per liter. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top