Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Setelah sebelumnya santer tersiar kabar, bahwa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menghentikan dana bantuan untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), bantahan segera dikeluarkan oleh pemerintah lewat Kementerian Agama.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dana bantuan pemerintah untuk Majelis Ulama Indonesia bukan dihentikan sebagaimana pemberitaan media belakangan ini. Hanya saja menurut Lukman dana tersebut ditunda penyalurannya.
“Dana tahun 2014 pada pemerintahan saat itu, pencairannya ditunda terlebih dahulu. Hal itu terkait dengan dana bantuan sosial karena jelang pemilu legislatif dan pemilu presiden,” kata Lukman di kantornya Jumat (13/3) seperti dilansir republika.co.id.
Lukman juga mengatakan, pembekuan dana bansos saat itu diberlakukan untuk semua kementerian dan lembaga negara.
“Karena itu maka seluruh dana bansos ditunda pencairannya. Itu tidak hanya di Kementerian Agama saja, tapi di semua kementerian dan lembaga,” kata mantan wakil ketua MPR itu.
Sedangkan untuk tahun anggaran 2015, lanjut Menag, pemerintah tetap menggelontorkan dana bantuan sosial. Akan tetapi pengucuran dan bansos itu hanya sesuai pengajuan program, bukan dalam bentuk uang tunai langsung.
Sehingga menurut Lukman, pencairan dana tersebut tergantung dari majelis keagamaan kapan mengajukan programnya. “Jadi bansos itu tidak lagi dalam bentuk uang cash tapi dalam bentuk program kegiatan yang dinilai dengan nominal uang,” ujar Menag.
Sebelumnya Wasekjen MUI Amirsyah mengatakan, lembaganya sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pada tahun anggaran 2015. MUI untuk sementara waktu menggunakan dana swadaya dari masyarakat dan dana patungan kiai di MUI dalam berkegiatan.
“MUI tetap dapat menjalankan kegiatannya meskipun tidak mendapatkan aliran dana dari pemerintah,” katanya.
Terdapat dua agenda besar MUI yang tetap berjalan tanpa bantuan pemerintah, yaitu acara peringatan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram pada Oktober 2014 di Istora Senayan Jakarta dan Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta pada Februari 2015.

Namun, Amirsyah juga mengatakan, MUI tetap berjalan seperti biasanya menjalankan tugas-tugas pokoknya sebagai majelis ulama tertinggi di Indonesia, meski bantuan dari pemerintah dihentikan. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top