Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Tak selamanya pekerja migran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi mendapatkan perlakuan kasar bahkan hingga hal yang memalukan lainnya. Salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang beruntung itu adalah Sumaryani binti Kandar bin Daslan. Wanita yang sudah sejak tahun 1988 ‘merantau’ ke Arab Saudi ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini karena, saat ini Sumaryani terkena stroke yang memaksa dirinya harus duduk di kursi roda.
Momen yang mengharukan adalah ketika Sumaryani datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, dia duduk di atas kursi roda dengan bantuan didorong oleh sang majikan tempat ia bekerja 27 tahun yang lalu, Abdullah Mohammad Hamad Al Olayan.
Sekretaris Ketiga, Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh Chairil Anhar Siregar mengaku terharu dengan momen itu dan juga mengaku gembira karena akhirnya dapat menemukan Sumaryani yang selama setahun selalu dilacak keberadaannya setelah dilaporkan ‘hilang kontak’.
Tim menyaksikan sendiri bagaimana Abdullah sang majikan sangat bertanggung jawab pada Sumaryani dengan ikut mendorong kursi rodanya dan mengantarkan sang TKW ke KBRI Riyadh.
“Selama 27 tahun ia tidak pernah pindah majikan karena diperlakukan dengan baik oleh majikannya yang bernama Abdullah Mohammad Hamad Al Olayan, yang sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri,” demikian seperti ditulis laman resmi Kementerian Luar Negeri www.kemlu.go.id.
Disebutkan bahwa Sumaryani Bt. Kandar Bin Daslan merantau meninggalkan kampung halaman menuju Arab Saudi sejak 1988 untuk mencari nafkah demi kebutuhan keluarganya.
Selama bekerja, Sumaryani telah beberapa kali cuti untuk pulang ke Indonesia, dan bahkan dia pernah meminta untuk tidak kembali lagi ke Arab Saudi. Akan tetapi keluarga Abdullah Mohammad Hamad Al Olayan malah meohon agar Sumaryani tetap bekerja disana, dengan alasan Abdullah kesulitan untuk menemukan penggantinya. Selama 27 tahun, Sumaryani terakhir kali pulang ke Indonesia pada tahun 2002 silam.
Saat pertama kali bekerja di Arab Saudi, Sumaryani menerima gaji sekitar 2 juta rupiah yang diterimanya secara lancar tiap bulan. Hingga kini, gajinya mencapai sekitar 7 juta rupiah setiap bulan. Gajinya sebagian besar dikirim Sumaryani pada anaknya Jamilah, yang tinggal di Indonesia.
Namu kini, Allah sedang memberikan ujian pada Sumaryani. Pada pertengahan Spetmeber tahun lalu, dia jatuh di kamar mandi akibat serangan stroke. Tubuh bagin kirinya mendadak lumpuh. Abdullah sang majikanm segera membanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, ketika akan dibawa ke rumah sakit saat Sumaryani membutuhkan perawatan lanjutan, kemudian diketahui bahwa masa berlaku kartu identitasnya (iqomah) telah kadaluwarsa. Untuk memperpanjangnya dibutuhkan paspor yang masih berlaku, Sumaryani datang ke KBRI Riyadh dengan didampingi majikannya.
Bagi Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh, nama Sumaryani sendiri sudah tak asing lagi. Hal ini karena sejak tahun 2013, telah ada permintaan pulang dari Indonesia. Namun karena saat itu tim tidak mendapat cukup data lengkap, maka Tim Perlindungan WNI kesulitan melacak keberadaannya.
“Majikannya sangat bertanggungjawab. Tidak hanya mendorong kursi roda atau membesuk Sumaryani, majikannya juga berkomitmen akan menanggung semua biaya perawatan Sumaryani dan mendampinginya pulang sampai kampung halamannya,” tutup Chairil.
Saat ini Sumaryani sedang menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Shumeisy dan masih sering dikunjungi oleh majikannya Abdullah Mohammad Hamad Al Olayan. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top