Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Allah SWT memang penggenggam rahasia kehidupan setiap makhluk-Nya. Tak terkecuali rahasia perjalanan hidupku dalam menemukan cahaya Islam. Meski tak disangka-sangka, namun harus kuyakini bahwa semua ini sudah tertulis dalam skenario terbaik Allah SWT.
Suatu hari, seorang kawan tanpa canggung mengajakku pergi ke masjid. Padahal dia tahu aku ini non-muslim. “Ayo ikut aku ke masjid,” ajaknya.
Temanku yang mengajak ke masjid ini orangnya berandal, dia itu pencopet. Pencopet yang rajin pergi ke masjid. Jika mengingat sosoknya, aku teringat tokoh Robin Hood dalam film. Pencuri yang hasilnya untuk membantu orang-orang miskin yang membutuhkan, hampir persis kelakuan si temanku itu. Terlepas dari itu, ajakan ke masjid oleh temanku itulah, awal dari terbukanya pintu hidayah untukku.
Sejak beberapa kali masuk masjid, sedikit banyak aku mulai mengerti apa itu Islam. Termasuk tentang ibadah shalat. Aku mulai mengenal Islam dari guru ngaji di masjid yang sering aku datangi, beliau bernama Pak Abu. Selain menjadi penuntunku saat mengikrarkan syahadat, Pak Abu juga yang memberiku sebuah sarung dan peci putih.
Islam yang kupeluk diam-diam, akhirnya diketahui juga oleh orangtuaku yang berlatar belakang non-muslim. Kedua orangtuaku yang sangat kuat memegang keyakinannya, tak merestuiku keluar dari agama yang aku anut sebelumnya bersama keluarga.
Suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri kala itu, menjadi momen yang spesial bagiku karena baru pertama kalinya mengumandangkan takbir bersama-sama temanku sesama muslim. Tapi, kemeriahan  takbiran itu berubah menjadi petaka ketika ayah melihatku turut berkumpul mengumandangkan takbir. Kemarahan ayah tak terbendung. Sarung dan peci pemberian Pak Abu, dibakarnya persis di depanku.
Saat kuceritakan kejadian itu pada Pak Abu, dengan bijak beliau menasehati, seraya memberiku sarung lagi. Tak ingin ayah memergoki lagi, kali ini aku mengenakan sarung itu secara sembunyi-sembunyi.
Begitulah pengalamanku menemukan hidayah Allah puluhan tahun silam. Bisa dibilang itu adalah kisahku yang takkan pernah terlupakan. Kini bersama seorang istri dan empat anak, aku hidup dalam kedamaian Islam. Nilai-nilai Islam begitu terasa ketika kuterapkan dalam kehidupan rumah tangga.
Anak-anakku semuanya kupilihkan sekolah Islam, agar nilai-nilai Islam menjadi bekal mereka sejak dini. Begitu pula di rumah, aku berusaha memberikan teladan dalam beribadah sesuai tuntunan Islam.
Islam memang agama yang diakui dan diridhoi Allah, Tuhan Pencipta alam semesta Al-Qur’an membuatku semakin yakin dan mantap, dari dulu hingga sekarang isinya tidak berubah, tulisannya pun tidak berubah, tetap menggunakan Bahasa Arab.
Berdasarkan al-Qur’an, aku merasa lebih nyaman menjalani kehidupan dalam Islam. Inilah hidayah Allah yang benar-benar kurasakan. Benar kiranya, jika manusia jauh dari al-Qur’an, maka tidak akan tenang dan bisa jadi mengalami kehancuran. Aku Sangat bersyukur Allah memilihkan jalan keselamatan dalam dunia ini.

Semoga Allah selalu menjaga imanku, menjaga iman keluargaku, menjauhkan api neraka dan selalu menaungi setiap langkah dalam menapaki sisa kehidupan di dunia ini. Dan aku akan berusaha untuk selalu mendekatkan diri dan keluargaku kepada Allah secara istiqomah. Karena janji Allah, barangsiapa yang mendekat kepada Allah, maka Allah akan lebih dekat dengannya. [islamaktual/alfalah/nanang]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top