Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Kasus penyerobotan Masjid As-Salaam Cengkareng, Jakarta Barat berbuntut panjang. Setelah sebelumnya terjadi insiden penyerangan terhadap pihak takmir masjid. Sabtu (28/2) kemarin, kelompok yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Warga Cengkareng Barat mengadakan acara peringatan Maulid Nabi di halaman dan jalan di depan masjid As-Salaam.
Dalam acara tersebut, diundang penceramah dari berbagai daerah dan dihadiri oleh pejabat seperti Camat Cengkareng.
Mengenai kronologis awal terjadinya perselisihan takmir dengan oknum yang mengaku sebagai warga cengkareng barat, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cengkareng memberikan klarifikasi. Berikut adalah petikan wawancara via telepon sangpencerah.com dengan H. Romli, Ketua PCM Cengkareng.
Pada sekitar tahun 1975, ada 8 orang yang bersama-sama mendirikan Yayasan As-Salam di daerah Cengkareng. Dari delapan orang tersebut, 5 orang diantaranya adalah pengurus Muhammadiyah Cengkareng. Dalam kesepakatan yang dibuat oleh mereka, salah satu poinnya adalah jika Yayasan As-Salam nanti bubar, maka seluruh aset milik yayasan akan diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah.
Selama 30 tahun berdirinya masjid As-Salam, tata cara ibadah di masjid merujuk pada tuntunan Persyarikatan Muhammadiyah. Selama itu pula warga sekitar masjid mengikutinya tanpa ada protes dan penolakan.
Pada tahun 2008, Yayasan As-Salaam resmi dibubarkan, sehingga sesuai kesepakatan awal bahwa masjid akan diserahkan kepada lembaga wakaf Muhammadiyah. Untuk mengurusi aset masjid tersebut, didirikanlah Ranting Muhammadiyah Cengkareng Barat Satu. Seluruh pengurusan legalitas segera diurus oleh pihak persyarikatan Muhammadiyah, termasuk membuat sertifikat hak milik Masjid yang resmi dicatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat.
Akan tetapi, entah darimana ada provokasi terhadap masjid milik Muhammadiyah dimulai pada dua tahun lalu. Ada oknum yang melakukan pencoretan papan nama Muhammadiyah yang terpasang di halaman masjid As-Salaam. Kemudian terjadi provokasi oknum untuk melakukan perebutan kepengurusan DKM masjid As-Salaam.
Puncaknya adalah pada Jumat (27/2) kemarin, terjadi kericuhan dimana protokol takmir masjid yang sedang berdiri di mimbar dipaksa turun oleh oknum berseragam hitam secara kasar di hadapan jama’ah yang memenuhi masjid yang akan melaksanakan sholat.

Saat ini menurut H. Romli, kasus penyerobotan Masjid As-Salaam ini telah diambil alih oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat untuk diselesaikan melalui jalur hukum. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top