Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aroma nepotisme di tubuh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin terasa. Setelah sebelumnya ada Wantimpres yang diisi oleh orang-orang partai pendukung Jokowi saat kampanye, kali ini bank plat merah jadi ‘sasaran tembak’.
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)  pada Selasa (24/3) kemarin melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut dibahas delapan agenda. Salah satunya adalah membahas mengenai pergantian jajaran komisaris dan direksi.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar juga memberhentikan beberapa komisaris lama, yaitu Komut Mardiasmo yang sudah diangkat sebagai anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Januari 2015. Lalu dari jajaran komisaris ada Herman Hidayat yang diangkat menjadi Direksi Bulog, Maulana Ibrahim, dan Sahala Lumban Gaol.
Akhirnya di dalam rapat, pemegang saham sepakat menunjuk Sukardi Rinakit sebagai Komisaris Utama.
Sukardi dikenal sebagai pengamat politik dan dia adalah konsultan politik Jokowi. Selain itu Sukardi dikenal memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Megawati.
Selain Sukardi, BTN memiliki empat direktur baru. Adi Setianto, Sis Apik, Sulis Usdoko dan Oni Febriarto didapuk mengisi kursi direksi.
Berikut adalah jajaran komisaris dan direksi baru BTN seperti dikutip dari okezone.com :
Susunan Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sukardi Rinakit
Komisaris Independen : Amanah Abdul Kadir
Komisaris : Agung Kuswandono
Komisaris Independen : Kamaruddin Sjam
Komisaris : Lucky Fathul Aziz H
Komisaris Independen : Catherinawati Hadiman
Komisaris Independen : Arie Coernadi.
Susunan Direksi
Direktur Utama : Maryono
Direktur : Mansyur S Nasution
Direktur : Iman Nugroho Soeko
Direktur : Irman Alvian Zahiruddin
Direktur : Adi Setianto
Direktur : Sis Apik Wijayanto
Direktur : Sulis Usdoko
Direktur : Oni Febriarto
[islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top