Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan pernyataan terkait hilangnya 16 WNI di Turki dan diduga bergabung dengan kelompok militan ISIS. JK menyatakan bahwa setiap WNI yang ikut bertempur untuk negara lain maka dapat kehilangan kewarganegaraannya. Ancaman kehilangan kewarganegaraan ini sudah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku ujar JK.
"Kalau dia ikut berperang dan itu suatu negara maka dia bisa kehilangan kewarganegaraan. Dia bisa kehilangan kewarganegaraan apabila dia berperang untuk negara lain. Itu undang-undang dasar," kata JK di kantor Wakil Presiden tadi siang seperti dikutip republika.co.id.
MenurutJK, hingga saat ini mas belum ada kabar terbaru terkait belasan orang WNI, baik yang dinyatakan hilang katena bergabung ke ISIS serta yang ditahan oleh pihak keamanan Turki.
"Itu ada 2 kali 16, kita tidak tahu yang mana itu. 16 yang pertama masih belum ketemu. Ini 16 yang kedua ini. Belum (ada kabar)," ujar Kalla.
Wakapolri Komjen. (Pol) Badrodin Haiti pada kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa Kelompok militan ISIS telah lama memasuki Indonesia. Kelompok radikal ini memiliki kantong-kantong perekrutan tak hanya di Poso saja, tapi sudah tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya ada di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB serta di Sulawesi Selatan.
Sedangkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Marciano Norman mengungkapkan, sejaiuh ini BIN telah mengetahui bahwa 16 WNI yang dinyatakan hilang di Turki memiliki ideologi yang sama dengan ISIS sehingga mereka berniat untuk bergabung dengan kelompok radikal tersebut. Sedangkan ada kelompok lain yang juga berniat bergabung dengan ISIS hanya karena alasan ekonomi saja.

Saat ini pemerintah, ungkap Marciano sedang melakukan upaya pemulangan para WNI yang ditahan oleh pihak keamanan Turki. Selain itu juga tengah dibahas opsi pencari suaka antara pemerintah Indonesia dengan pihak Turki. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top