Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Umumkanlah pernikahan ini, dan laksanakanlah (aqad nikah) di masjid, dan pukulkanlah rebana. (HR. Tirmidzi). Dalam Riwayat lain ada tambahan: pembeda antara yang halal dan yang haram adalah pengumumannya.”
Takhrih Hadits
  1. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Atturmudzi dalam Kitab Nikah, bab Maa jaa fi I’laaninnikah, Hadits no. 1089.
  2. Hadits ini juga diriwayatkan Ibnu Hibban, Hadits no. 128.
  3. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Atsir dalam Kitab Jami’ul Ushul Ila Ahadits Rasul, vol XI, hal. 439.
Syarah Hadits
Dalam hadits ini, yang diterima langsung oleh Aisyah Ummul mukminin dari Rasulullah SAW, kemudian diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Rasulullah memerintahkan agar setiap pernikahan itu diumumkan, sebaiknya adalah di masjid. Pengertian diumumkan dapat dipahami agar (sebaiknya) aqad nikah dilaksanakan di masjid, karena lanjutan sabda Rasulullah SAW dalam kalimat berikutnya: Dan laksanakanlah pernikahan itu di masjid.
Umumkanlah pernikahan maksudnya juga ialah agar pernikahan itu diumumkan kepada masyarakat, baik dengan cara mengundangnya secara langsung dengan lisan atau kartu undangan untuk menghadiri acara aqad nikah atau resepsi pernikahan yang lazim disebut dalam fiqih Islam dengan walimatul urusy.
Kenapa Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengumumkan pernikahan? Sebagai jawabannya dalam riwayat lain ditambahkan Rasulullah SAW: Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah pengumumannya atau pemberitahuannya. Maksudnya adalah jika pernikahan itu diumumkan itu suatu pertanda bahwa pernikahan itu adalah pernikahan yang halal, sah menurut syariat Islam. Tapi bila pernikahan itu dirahasiakan suatu pertanda atau indikasi bahwa pernikahan itu adalah haram atau tidak sah. Dengan demikian, hadits ini mafhum mukhalafahnya melarang untuk merahasiakan pernikahan.
Islam melarang merahasiakan pernikahan dan memerintahkan untuk mengumumkannya, bahkan merupakan rukun nikah adanya wali dan dua orang saksi untuk memperkuat wajibnya pernikahan itu diumumkan dan melarang merahasiakannya.
Pertanggungjawaban
Mengumumkan pernikahan merupakan suatu keharusan untuk memperlihatkan rasa pertanggungjawaban seorang suami. Jika calon suami siap untuk mengumumkan pernikahannya merupakan suatu pertanda bahwa sang suami tersebut siap bertanggung jawab terhadap istrinya di hadapan orangtua, atau walinya dan di hadapan masyarakat, dan lebih dari itu di hadapan Allah SWT. Sebaliknya, bila suami tidak mau mengumumkan pernikahannya dan berusaha untuk merahasiakannya suatu pertanda bahwa dia tidak siap untuk bertanggung jawab sepenuhnya terhadap isterinya.
Rasulullah memerintahkan untuk mengumumkan pernikahan sekaligus melarang merahasiakannya, karena Islam memerintahkan agar pernikahan bersifat langgeng, bukan untuk sementara tapi untuk selamanya. Karena itu haram hukumnya bila seorang laki-laki berniat secara terus terang untuk menikahi seorang wanita untuk sementara waktu seperti pernikahan mut’ah hukumnya adalah haram, dengan arti kata tidak sah. Ataupun bukan pernikahan mut’ah tapi diam-diam ada niat untuk sementara hukumnya juga haram.
Pernikahan yang dirahasiakan juga akan menimbulkan kegelisahan dan menghilangkan ketenangan karena mengundang kecurigaan dari masyarakat sekitar, sedangkan bagi wanita atau isteri menimbulkan kekhawatiran akan ditinggalkan tanpa tanggung jawab, karena nikah yang dirahasiakan memberi peluang bagi suami untuk lari dari tanggung jawab, meninggalkan isteri yang telah dinikahinya setelah melihat lagi wanita lainnya yang lebih cantik, atau takut ketahuan oleh isteri pertama.
Dengan demikian, pernikahan yang dirahasiakan sangat rawan resiko bagi wanita yang dinikahi, dan banyak memberi peluang berlaku curang dan tidak bertanggung jawab bagi laki-laki, karena itulah Rasulullah SAW melarangnya dan memerintahkan agar pernikahan diumumkan.
Kesimpulan
  1. Rasulullah SAW memerintahkan agar pernikahan diumumkan, tidak dirahasiakan.
  2. Masjid merupakan tempat yang ideal dan berkah untuk melakukan aqad nikah sekalian walimatu urusy jika tersedia tempat yang memadai, tidak mengganggu aktifitas ibadah.
  3. Merahasiakan pernikahan merupakan indikasi atau menimbulkan kecurigaan pernikahan yang diharamkan.
  4. Pernikahan yang dirahasiakan memberi peluang bagi laki-laki untuk tidak bertanggung jawab terhadap isteri sepenuhnya.
  5. Pernikahan yang dirahasiakan mengundang resiko yang tinggi bagi wanita. Wallahu a’lam.

[islamaktual/tabligh/suhairyilyas]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top