Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Namaku Romi Adam Klavert. Teman-teman biasa memanggilku Omick. Aku adalah suami dari seorang istri bernama Ina, dan ayah dari putri cantik bernama Kaiya. Saat ini usiaku menginjak 24 tahun. Ya, aku memutuskan menikah di usia muda, dan aku bahagia dengan kehidupanku sekarang.
Perjalanan hidupku penuh liku dan aku sangat mensyukuri itu. Dari yang awalnya memilih jalan hidup street punk sampai menjadi kepala rumah tangga yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarga. Begitu juga ketika belum menemukan hidayah Allah sampai pada akhirnya kini menjadi seorang muallaf.
Aku akrab dengan jalanan dan pergaulan gangster. Aku dikenal sebagai anak punk Sidoarjo, yang kerap mengisi panggung atau sekedar meramaikan pertunjukan band-band lokal independent lintas genre. Mulai dari punk, melodic, hardcore, ska, reggae, rocksteady, grunge, dan lainnya yang masih dalam satu lingkaran indie. Bebas, anti-kemapanan dan solidaritas, itu merupakan hal yang selalu aku bawa ketika masih hidup di jalanan.
Sebagai anak muda yang memilih gaya hidup punk yang meyakini prinsip “Kita bisa melakukannya sendiri”. Maka dari itu aku bebas melakukan apapun yang aku suka, tidak peduli stereotipe orang lain, termasuk mentato tubuhku sebagai bentuk pemberontakan.
Dalam melihat suatu permasalahan, aku bersama anggota band menuangkannya dalam lirik lagu yang kami bawakan saat manggung. Baik itu bercerita tentang politik, sosial, ekonomi, ideologi, lingkungan hidup, bahkan agama. Punk dulu bagiku seolah menjadi the way of life (jalan hidup).
Pandanganku mengenai jalan hidup mulai berpindah arah saat aku mengenal Islam. Awalnya aku merasa ada keganjilan yang mengusik hati ketika mendengar suara adzan yang dalam sehari selalu didengungkan lima kali. Aku yang waktu itu asing terhadap Islam, mulai ditumbuhi rasa penasaran untuk mencari tahu.
Diam-diam aku mulai bertanya kepada teman-temanku yang muslim. Mengapa dalam sehari adzan didengungkan sampai lima kali. Hal itu merasuk dalam pikiranku, mungkin juga karena aku tersentuh. Jujur, menurutku suara adzan itu begitu indah dan menyejukkan hati. Walaupun kala itu aku belum mengerti apa arti dan makna kumandang adzan.
Setelah tahu bahwa adzan itu seruan untuk melaksanakan ibadah, dan mengapa lima waktu dalam sehari, itu ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan mengenai kondisi biologis manusia. Ternyata ibadah yang dilakukan umat Islam itu tidak semata-mata hanya untuk menyembah, namun ada kebaikan tersembunyi dari perintah-Nya. Sangat luar biasa. Islam menyentuh hatiku seketika.
Aku memutuskan untuk memeluk Islam setelah mencari tahu tentang Islam. Tepat di tanggal 25 Agustus 2013, aku berikrar mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sidoarjo. Disaksikan oleh ayah dan sahabatku. Aku merasa lega setelah resmi masuk Islam.
Tentu ada tantangan ketika akan memeluk Islam. Salah satunya teman-teman non-muslim yang dulu bersama dalam aktivitas peribadatan. Mereka keberatan jika aku memilih Islam. Beberapa anggota keluargaku pun ada yang tidak setuju. Setelah aku berusaha meyakinkan mereka dengan niat dan perbuatanku untuk belajar mengaji dan sholat, akhirnya mereka mulai menghormati keputusanku.
Aku merasakan perbedaan setelah memeluk Islam. Aku bisa menjalani hidup yang lebih baik di jalan Allah. Menurutku, Islam adalah agama yang dapat membimbing manusia ke jalan kebenaran. Bagiku Islam bukan sekedar simbol, tapi the real way of life, jalan hidup yang sesungguhnya. Islam mengajarkan perbedaan bukanlah hal yang perlu diusik, sebab Nabi Muhammad dulu tidak pernah membenci kaum yang tidak mau menyembah Allah.

Bagiku tidak ada kata terlambat untuk mempelajari Islam. Walaupun aku seorang lelaki bertato, aku yakin dan berharap bahwa Allah masih menuntun jalanku. Ke depan, aku berharap bisa melaksanakan semua perintah Allah. Mengaji, shalat lima waktu dan Insya Allah bisa pergi berhaji. [islamaktual/alfalah/romiadamklavert]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top