Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ucapan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang mengeluarkan kata-kata kasar di depan publik, berimbas pada stasiun televisi. Dalam hal ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menjatuhkan sanksi pada pihak Kompas TV sebagai penyelenggara siaran yang memunculkan dialog dan kata kasar Ahok. Sanksi administratif yang dijatuhkan KPI Pusat kepada Kompas TV berupa penghentian sementara segmen wawancara pada program jurnalistik “Kompas Petang”. Segmen Wawancara secara Langsung (live) pada program jurnalistik “Kompas Petang” dihentikan sementara selama 3 (tiga) hari berturut-turut sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan ini.
Program acara Kompas TV yang disiarkan secara Langsung (Live) pada Selasa, 17 Maret 2015 pukul 18.18 WIB, menurut KPI seperti dikutip islampos.com, segmen wawancara tersebut dikategorikan melanggar norma kesopanan, perlindungan anak-anak dan remaja, pelarangan ungkapan kasar dan makian, serta melanggar prinsip-prinsip jurnalistik.
Sesi wawancara pada program “Kompas Petang” tersebut menayangkan dialog Gubernur DKI Jakarta (Ahok) terkait kisruh dengan DPRD DKI Jakarta. Tayangan tersebut menampilkan perkataan kasar dan kotor yakni,
“…istri saya mau nerima CSR untuk main di kota tua. Lu buktiin aja nenek lu sialan bangsat gua bilang. Lu buktiin aja. Gue juga udah keki”.
“…lu lawan bini gua kalah lu mati aja lu. Kasih taik aja muka lu”.
“…kalau betul ada suap 12,7 triliun kenapa si DPRD membatalkan lapor ke Bareskrim? Kok goblok sekali lu orang? …kalau ada bukti memang nyuap apa lu laporin dong bego. …bego banget lu gitu lho. …sementara ada bukti gua mau nyuap lu 12,7 triliun, kok lu nggak berani laporin? Gua kuatir lu kemaluan lu punya ga nih? …eh dibalikin ini yang buat suap. Sialan nggak tuh?
Makanya gua bilang panggil gua datang ke angket. Kapan lu panggil biar gua jelasin semua. Gua bukain lu taik-taik semua itu seperti apa. …nggak apa-apa, biar orang tau emang taik gua bilang…. …kalau bukan taik apa? Kotoran. Silakan.
Emang taik namanya kok. Emang taik, mau bilang apa. …TV jangan pernah wawancara gua live kalo nggak suka kata gua taik segala macem. Itu bodohnya anda mau live dengan saya…”
Tayangan yang memuat ungkapan atau perkataan kasar/kotor dikatakan KPI dilarang untuk ditampilkan karena sangat tidak santun, merendahkan martabat manusia, serta dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang menonton. Hal itu juga rentan untuk ditiru oleh khalayak, terutama anak-anak dan remaja.
“Segmen wawancara live pada program ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan, perlindungan anak-anak dan remaja, pelarangan ungkapan kasar dan makian, serta melanggar prinsip-prinsip jurnalistik,” tulis KPI dalam keterangannya, Senin (23/3) lalu.
Dalam Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 17, dan Pasal 22 ayat (3) serta Standar Program Siaran Pasal 9 ayat (2), Pasal 15 ayat (1), dan Pasal 24, KPI menilai, tayangan tersebut telah dilanggar oleh pihak Kompas TV.
Meskipun dalam tayangan tersebut penyiar Kompas TV telah mengingatkan narasumber bahwa siaran tersebut live dan agar kata-katanya diperhalus, namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga kata-kata yang tidak pantas demikian kembali diulang dan tersiar.

“Pedoman Perilaku Penyiaran KPI Tahun 2012 Pasal 35 huruf e mengatur bahwa seorang pewawancara pada suatu program siaran wajib mengingatkan dan/atau menghentikan jika narasumber menyampaikan hal-hal yang tidak layak untuk disiarkan kepada publik,” jelas KPI. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top