Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Paham liberalisme, sekulerisme, pluralisme serta paham-paham lain yang dapat merusak aqidah saat ini sedang diusung oleh musuh-musuh Islam. Musuh-musuh nyata itu sedang mencari cara bagaimana agar umat Islam bisa meninggalkan aqidah Islam secara cepat maupun dengan cara halus yang sangat lambat, yang kadang umat Islam sendiri tak menyadarinya. Oleh karenanya, kita sebagai umat Islam dituntut kewaspadaannya. Selain ditunjang oleh dana yang besar, mereka juga disokong oleh media sebagai ‘corong’ promosi, baik media cetak, elektronik maupun media online. Pertarungan antara yang haq dan yang bathil tampak makin jelas dan akan berlangsung lebih lama.
Pandangan ini disampaikan oleh Dadang Kusmayadi, Pemimpin Redaksi majalah Suara Hidayatullah di hadapan sekitar dai-dai Program Kader Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor, saat berkunjung ke kantor redaksi majalah di Jakarta, Jumat (06/03) kemarin.
“Karena itu, kami terus berusaha mengkonter pemikiran-pemikiran mereka,” kata Dadang seperti dikutip hidayatullah.com. Dadang mengajak kepada para dai selain berdakwah dengan lisan juga harus mampu berdakwah melalui tulisan. Menurutnya, melalui karya buku-buku dakwah akan lebih menyebar dan ilmunya bermanfaat bagi generasi berikutnya, seperti Imam Syafi’i, Hambali, Maliki, Ibnu Taimiyah, al-Ghazali, dan HAMKA.
Menurut Dadang, meskipun penulisnya sudah meninggal, akan tetapi karyanya masih bisa dibaca dan memberi manfaat untuk umat. Selain itu, mereka mendapat royalti yang tidak pernah putus dan menjadi bekal amal di akhirat sebagai imbas karya-karya mereka yang tetap dibaca oleh generasi berikutnya.
Sementara itu, menurut Ustadz Akrim, pembina yang juga ikut mendampingi para dai mengatakan, misi dari program PKU Universitas Daarusalam Gontor di antaranya membekali kader ulama dengan memfokuskan pada penguasaan ilmu-ilmu dasar keislaman sepeeti al-Quran, tafsir, hadits, fiqih dan ushul fiqih. Selain itu, juga memberikan pemahaman tentang tantangan pemikiran Islam kontemporer yang berasal dari metodologi Barat yang berupa liberalisasi, sekularisasi, pluralisme, dan sebagainya.
“Insya Allah, lembaga kami konsisten mengadakan program ini. Setelah dibekali ilmu para kader-kader ulama ini akan terjun ke masyarakat memberikan pencerahan,” ujar Akrim.

Setelah mengunjungi kantor redaksi Suara Hidayatullah, rombongan dai-dai itu kemudian melanjutkan kunjungannya ke beberapa lembaga pendidkan di antaranyaUniversitas Assyafi’yah dan PTIQ. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top