Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Kita terlahir di dunia yang keras penuh persaingan dan perjuangan dengan jalan lahir yang hanya 7,5 cm merupakan sebuah pertarungan “maut” bagi kehadiran kita ke dunia. Alur panjang kehadiran kita ke dunia ini dari hanya air mani yang hina, dari perjuangan satu sel sperma hingga menjadi seorang anak manusia setidaknya meninggalkan pesan akan perjuangan atau perlombaan. Maka demikian juga hakikat hidup di alam dunia ini. Al-Qur’an menegaskan, “... Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…” (QS. al-Mulk [67] : 2)
Mendengar kata perlombaan, maka yang akan segera terbayang di benak kita adalah sebuah kompetisi untuk memperebutkan status menang-kalah. Filsafat hidup materialistik memang telah menanamkan logika kompetitif atas-bawah, menang-kalah, pintar-bodoh, berkuasa-dijajah, superior-inferior dan sebagainya. Namun Islam mengajarkan bahwa tema perlombaan yang akan diperlombakan bukanlah semata-mata model berkuasa-dijajah, atas-bawah, atau subyek-obyek, apalagi perlombaan kecantikan yang terlahir dari hawa nafsu jahiliyah, melainkan kompetisi bersama dalam mengumpulkan berbagai kebaikan “... Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…” (QS. al-Maidah [5] : 48).
Allah menjelaskan bahwa kehidupan ini bagaikan refleksi nasib di hari akhir kelak. “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)” (QS. al-Isra’ [17] : 72). Ibarat kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan amal kebajikan. Maka reputasi seseorang selama hidup di dunia ini bagai “gambaran” kehidupannya kelak di akhirat. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yaasin [36] : 12).
Tegak dan teguh dalam melakukan kebaikan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Tidak hanya sekedar maju dalam kebaikan, tetapi juga terus berupaya untuk saling mendahului satu dengan yang lain di dalam hal kebikan. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. al-Bayyinah [98] : 7).
Dalam hal kebaikan kita bisa melihat bagaimana antusiasme para sahabat Rasulullah SAW dalam ber-fastabiqul khairat. Subhanallah, begitu luar biasa keadaan para sahabat Nabi SAW sehingga mereka berlomba-lomba memperjuangkan Islam dengan mengorbankan jiwa dan harta yang dimilikinya. Maka pantaslah jika Allah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan memberikan jaminan keridhaan dan kedudukan mulia di sisi-Nya. Mereka adalah orang yang sangat kuat semangatnya dan sangat besar keinginannya untuk beramal shalih dan mengerjakan kebaikan.

Karena itu, hendaknya setiap muslim di zaman ini meniru para pendahulu mereka untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan untuk beramal shalih mengharapkan keridhoan Allah SWT. Bukan berlomba-lomba mengikuti kesesatan dan kontes-kontes yang penuh kemaksiatan yang diselenggarakan para pemuja setan, pemuja hawa nafsu, pemuja materi dan kebahagiaan semu. [islamaktual/tabligh]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top