Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukabumi mengeluarkan program baru dalam mengentas masalah prostitusi. Baznas Sukabumi akan membantu serta membina Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sungguh-sungguh bertobat. Langkah tersebut dilakukan dengan cara para PSK yang memulai profesi baru akan diberikan bantuan modal usaha.
Ketua Baznas Sukabumi Mustafa Kamal Ruthfi saat diwawancara republika.co.id mengatakan bahwa bantuan akan diberikan sesuai dengan kebutuhan modal usaha para mantan PSK. Besar bantuan modal usaha mulai dari 2-5 juta rupiah. Saat ini ada tujuh mantan PSK yang sedang dibina oleh Baznas Sukabumi.
Mustafa lebih lanjut menjelaskan, para mantan PSK yang benar-benar melakukan taubatan nasuha dan ingin memulai profesi baru yang bermartabat sedangkan kondisinya tidak memiliki modal usaha masuk dalam kategori fisabillah. Oleh karena itu, mereka juga berhak memperoleh zakat.
"PSK yang bertaubat itu rata-rata muslim yang dalam keadaan sulit, maka mereka masuk kategori fisabilllah," ujarnya.
Dia berharap dengan adanya program bantuan dan pembinaan kepada mantan PSK  dari Baznas ini akan mempermudah jalan taubat mereka dari pekerjaan sebagai PSK.
Program pembinaan dan bantuan kepada mantan PSK yang bertaubat sudah dijalankan oleh Baznas Sukabumi sejak bulan Desember 2014.  Program ini sendiri merupakan kerjasama antara Baznas dengan unsur pemerintahan daerah terkait. Selain unsur pemerintah Mustafa juga bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS di Sukabumi.
Pelaksanaan program bantuan usaha serta pembinaan bagi mantan PSK ini sendiri mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa mendukung santunan ini pada PSK yang bertobat.
"Mereka (PSK yang bertaubat) ini kan fakir miskin, maka bisa masuk kategori penerima zakat," ujar Juwaini.
Juwaini juga mengatakan, program yang dilakukan Baznas Sukabumi itu bagus dan layak didukung. Bantuan kepada PSK yang bertobat ini menurutnya telah sesuai dengan ajaran Islam. PSK yang miskin dan ingin menjalankan profesi baru yang sesuai dengan ajaran agama Islam boleh mendapatkan santunan zakat, karena mereka termasuk dalam kategori delapan asnaf penerima zakat.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Sekolah Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah mengatakan, Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bertobat sedang dia dalam keadaan miskin layak dibantu memulai profesi baru yang lebih bermartabat. Konteksnya disini, menurut alumni Tebuireng ini para mantan PSK tersebut adalah Muslim yang kesulitan.

Program yang telah dilakukan Baznas Sukabumi sudah bagus, dan jika didaerah lain jika konteksnya membutuhkan hal yang sama maka bisa dicontoh lanjut Masykuri. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top