Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang, Sumatera Barat memvonis bebas murni Farhan Muhammad dan Maya M Zein dalam persidangan pada Rabu (11/3) kemarin. Dengan vonis bebas ini Farhan dan Maya akhirnya dapat menghirup udara bebas kembali.
“Setelah melalui pertimbangan dan mendengarkan keterangan saksi-saksi di persidangan, kami putuskan kedua terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan secara murni dari seluruh tuntuan,” kata Ketua Majelis Hakim Siswatmono Radiantoro seperti dikutip hidayatullah.com.
Ketukan palu Ketua Majelis Hakim, yang didampingi hakim anggota Dinahayati Sofyan dan M. S Giri Basuki itu lantas disambut pekik Allahu Akbar berulang kali oleh para pengunjung sidang yang mendukung Farhan dan Maya sejak awal dilakukan persidangan
Pada sidang tuntutan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Farhan dihukum selama satu tahun enam bulan dan terdakwa Maya dengan hukuman satu tahun penjara.
Usia keputusan hakim, Farhan dan Maya tampak meneteskan air saat menyalami majelis hakim.
Salah satu tim Kuasa Hukum Farhan dan Maya, Fauzi Novaldi, SH menyatakan, “Intinya, kita menyambut baik dan berterima kasih atas putusan majelis hakim ini. Keadilan dan kepastian hukum telah berpihak kepada kebenaran. Allahu Akbar,” ucapnya.
Akan tetapi, Fauzi selaku tim kuasa hukum Farhan dan Maya menyatakan bahwa perjuangan belum berhenti sampai di situ. Mereka akan melakukan langkah-langkah hukum, seperti melaporkan sejumlah pihak dengan fakta bukti putusan untuk mencari keadilan.
“Saatnya kita masuk ke tahap dua paska pembelaan yang telah kita lakukan di Pengadilan Negeri Padang. Selanjutnya, kita akan memperkarakan dan mengajukan gugatan praperadilan rehabilitasi kepada penyidik Polresta Padang dan Jaksa Penuntut Umum. Melaporkan Kapolresta Padang, Kasat Reskrim, saksi pelapor dari intelkam, penyidik Polresta Padang ke Propam Polda Sumbar,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Fauzi, mereka juga akan melaporkan penuntut umum ke Aswas Kejati Sumbar dan Komisi Kejaksaan atas pelanggaran kode etik.
Fauzi juga menyatakan bahwa tim kuasa hukum akan melaporkan oknum pejabat Pemkab Mentawai yang saat penangkapan Farhan dan Maya terlihat terlibat aktif dengan penyidik untuk mendudukkan perkara ini.
Dalam kasus ini, lanjutnya, banyak berkas yang bocor. Seperti adanya tuduhan mengajarkan kepada anak-anak mengenai pelajaran shalat. Buku yang dituduhkan itu yang harus dibawa ke persidangan dibawa sebagai alat bukti, nyatanya tidak ada.
“Fakta membujuk, mempengaruhi anak-anak, tidak terbukti di persidangan. Yang meminta terdakwa Farhan dan Maya untuk datang ke Mentawai adalah orangtua korban sendiri melalui Kepala Dusun,” kata Fauzi Novaldi.

Meski lelah dan dirasa banyak pelanggaran yang terjadi, Fauzi Novaldi atas nama tim kuasa hukum terdakwa mengaku tetap menghormati proses hukum, dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada majelis hakim yang telah memberikan putusan bebas ini. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top