Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Masya Allah wa Naudzubillah…. Meskipun sempat menjadi kontroversi dan mendapat cercaan dari sebagian besar umat Islam Indonesia serta para netizen, ternyata peredaran produk berupa paket coklat-kondom masih ditemukan di pasaran.
Tak tanggung-tanggung, kali ini walikota fenomenal Tri Rismaharini yang mengaku menemukan paket ‘fenomenal’ cokelat-kondom dan cokelat-kondom-miras di sejumlah minimarket di kota Surabaya.
Tak pelak, dalam razia gabungan antara Satpol PP, Linmas, TNI dan Polri tersebut, produk-produk ‘fenomenal’ ini langsung disita pihak Satpol PP. Razia gabungan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kota Surabaya pada Jum’at (13/2) kemarin. Dalam razia ini, petugas menemukan produk berupa cokelat,kondom dan bir di dua minimarket wilayah Surabaya Barat. Sementara itu di Surabaya Selatan petugas berhasil menyita paket berupa cokelat-kondom.
“Minimarket di Surabaya barat terpaksa kami tutup karena ternyata tidak mengantongi izin usaha,” ujar Risma, Sabtu (14/2) seperti dikutip islampos.com.
Risma menyatakan akan terus melakukan razia di beberapa tempat, selain di minimarket  juga penjual yang menjual produk paket Valentine. Menurut Risma, hal Ini dilakukan untuk melindungi pelajar di Surabaya dari masuknya budaya barat yang tidak jelas asal usulnya dan tidak sesuai dengan norma agama serta budaya timur.
Seperti diketahui sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui Surat Edaran bernomor 421/1121/436.6.4/2015, tertanggal 12 Februari 2015, melarang pelajar merayakan Hari Valentine karena dampak negatif yang ditimbulkan serta bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

Surat edaran tersebut dikirim oleh Dispendik Kota Surabaya kepada seluruh sekolah SMP, SMA, dan SMK di wilayah Kota Surabaya. Pihak sekolah diperintahkan mengirim surat kepada seluruh walimurid agar melarang anaknya merayakan Hari Valentine. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top