Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sebuah video menunjukkan aksi ‘koboy’ penjaga keamanan kereta api di Kota Malmo Swedia terhadap dua bocah muslim. Dalam video yang direkam oleh saksi, kepala anak Muslim yang berusia sembilan tahun sedang dipukul dan dilempar ke tanah oleh penjaga keamanan di stasiun kereta api Malmo di Swedia.
Kemudian penjaga keamanan swasta tersebut terlihat  duduk di atasnya dan menutupkan tangan di atas mulut dan wajah anak itu. Anak laki-laki itu tampak kesakitan karena berat badan penjaga yang menduduki tubuhnya. Terdengar pula sang anak tersebut sedang membaca dua kalimat syahadat dengan susah payah pada video itu.
Atas kasus tersebut yang terjadi pada Jumat (6/2) pekan lalu serta beredarnya video itu, saat ini pihak kepolisian telah menahan penjaga keamanan swasta kereta api tersebut.
Para penjaga, karyawan dari sebuah perusahaan keamanan swasta  Svensk Bevakningstjänst, menahan anak dan seorang temannya setelah mereka tertangkap basah bepergian menggunakan kereta api tanpa memiliki tiket. Anak-anak tersebut diduga kabur dari rumah pengasuhan dan beberapa saksi mengatakan bahwa mereka tidak dapat berbicara Swedia.
Sikap berlebihan yang dilakukan oleh penjaga keamanan tersebut memicu kontroversi dan kecaman. Kelompok hak asasi manusia mengatakan itu bukan pertama kalinya bahwa penjaga keamanan swasta di Swedia telah melampaui batas-batas mereka dalam hal melakukan penjagaan keamanan.
Omar Abdullahi ketua sebuah organisasi hak asasi manusia Stand Down Sir, yang berusaha untuk meningkatkan pembatasan jumlah dan wewenang penjaga keamanan swasta di Swedia menyatakan, “Anak-anak ini beruntung bahwa mereka memiliki saksi penganiayaan. Ada statistik di Swedia tentang kebrutalan polisi. Tetapi tidak ada statistik tentang kekerasan yang dilakukan oleh petugas keamanan karena mereka dianggap warga sipil biasa,” demikian dikutip theobservers.com. Dalam tubuh kepolisian ada sebuah kajian internal sistematis terkait laporan kegiatan yang disampaikan. Akan tetapi di sektor swasta, seringkali tidak ada dan tidak dibuatnya laporan kegiatan tersebut, hal ini yang menurut Omar meninggalkan banyak pelanggaran hukum yang tak bisa ditindaklanjuti.
Dilain tempat, Juru bicara Jernhusen, stasiun kereta tempat kejadian perkara dan pihak yang mempekerjakan petugas keamanan swasta itu,  Cecilia Granath mengatakan, perusahaannya telah menghubungi perusahaan keamanan sejak insiden itu terungkap. "Kami memiliki kebijakan zero-tolerance terhadap kekerasan yang berlebihan,  tapi sekarang kami memiliki terlalu sedikit informasi untuk menarik kesimpulan," tegasnya. Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan internal dan akan menunggu hasil temuannya. [islamaktual]


Untuk melihat video tersebut silahkan klik video dibawah ini:

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top